Controller Steam Laris Manis dalam Setengah Jam

oleh -6 Dilihat
Controller Steam Laris Manis dalam Setengah Jam

KabarDermayu.com – Valve kembali mengejutkan komunitas gaming dengan peluncuran Steam Controller edisi terbaru. Perangkat ini dilaporkan ludes terjual hanya dalam kurun waktu sekitar 30 menit sejak penjualan dibuka. Antusiasme tinggi dari para gamer bahkan sempat menyebabkan lonjakan trafik yang signifikan pada layanan Steam, hingga mengakibatkan gangguan.

Controller terbaru ini menjadi salah satu hardware gaming yang paling dinanti tahun ini. Banyak penggemar menganggapnya sebagai penerus dari Steam Controller generasi pertama yang produksinya telah dihentikan beberapa tahun lalu.

Begitu penjualan dimulai, ribuan pengguna langsung membanjiri halaman pembelian Steam. Berbagai kendala dilaporkan oleh para gamer, mulai dari kesulitan login, transaksi yang gagal, hingga halaman store yang tidak dapat dimuat.

Menurut laporan dari PC Gamer pada Selasa, 5 Mei 2026, beberapa pengguna bahkan harus melakukan refresh halaman berulang kali hanya untuk bisa masuk ke dalam sistem antrean pembelian.

Lonjakan trafik yang mendadak ini membuat beberapa layanan Steam mengalami ketidakstabilan selama proses penjualan berlangsung.

Meskipun sempat terjadi gangguan sistem, seluruh stok Steam Controller terbaru akhirnya berhasil terjual habis dalam waktu kurang dari setengah jam.

Kecepatan penjualan ini menunjukkan betapa besarnya minat komunitas gamer terhadap hardware buatan Valve. Terlebih lagi setelah kesuksesan Steam Deck dalam beberapa tahun terakhir.

Banyak pengguna yang gagal menyelesaikan transaksi menyatakan kekecewaan mereka. Stok yang tersedia lenyap begitu cepat sebelum mereka sempat menyelesaikan proses pembayaran.

Di berbagai forum online seperti Reddit dan forum Steam, banyak gamer membandingkan kejadian ini dengan peluncuran awal Steam Deck. Saat itu, server Valve juga sempat kewalahan menghadapi lonjakan pengguna.

Valve dinilai semakin berhasil membangun reputasi sebagai produsen hardware gaming yang serius. Hal ini menunjukkan bahwa Valve bukan hanya sekadar platform distribusi game digital.

Sebagian pengguna juga memberikan apresiasi terhadap desain controller terbaru ini. Mereka menilai desainnya lebih ergonomis dan fleksibel untuk berbagai genre game PC.

Tak lama setelah stok resmi habis, sejumlah unit Steam Controller mulai bermunculan di marketplace. Unit-unit ini dijual kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Fenomena scalper atau praktik jual beli kembali dengan harga tinggi kembali terjadi. Pembeli tertentu diduga membeli produk dalam jumlah besar untuk kemudian dijual ulang dengan harga yang jauh lebih mahal.

Beberapa gamer di media sosial bahkan mengeluhkan praktik penggunaan bot otomatis. Bot ini diduga membantu para scalper mendapatkan stok lebih cepat dibandingkan pembeli biasa.

Hingga saat ini, Valve belum memberikan informasi resmi mengenai jadwal restock untuk Steam Controller terbaru tersebut.

Namun, melihat tingginya permintaan di pasar, banyak analis industri gaming memperkirakan Valve kemungkinan akan menambah produksi dalam waktu dekat.

Baca juga: Prajurit TNI AD Mengamuk dan Merusak Warung di Kemayoran

Komunitas gamer sendiri berharap Valve dapat belajar dari pengalaman sebelumnya. Diharapkan distribusi stok berikutnya dapat berjalan lebih merata dan tidak kembali menyebabkan server Steam bermasalah.