Perbedaan Biaya Operasional Mobil Diesel dan Mobil Listrik

oleh -5 Dilihat
Perbedaan Biaya Operasional Mobil Diesel dan Mobil Listrik

KabarDermayu.com – Kenaikan harga bahan bakar diesel belakangan ini semakin menekan biaya operasional pemilik mobil konvensional. Situasi ini mendorong perbandingan langsung dengan mobil listrik, terutama dalam hal pengeluaran harian.

Pada Mei 2026, harga Dexlite telah mencapai Rp26.000 per liter, sementara Pertamina Dex dibanderol Rp27.900 per liter. Bahkan di stasiun pengisian bahan bakar umum swasta, harga diesel seperti BP Ultimate Diesel dan Diesel Primus Plus sudah menyentuh kisaran Rp30.890 per liter.

Dengan asumsi penggunaan mobil sejauh 1.000 kilometer per bulan dan konsumsi rata-rata 15 km per liter, mobil diesel memerlukan sekitar 66 liter bahan bakar. Ini berarti biaya bulanan yang dikeluarkan berkisar antara Rp1,7 juta hingga lebih dari Rp2 juta, bergantung pada jenis BBM yang digunakan.

Baca juga: Dana Korban Penipuan Digital Senilai Rp614 Miliar Berhasil Diselamatkan

Di sisi lain, mobil listrik menawarkan biaya operasional yang jauh lebih hemat. Berdasarkan penelusuran VIVA Otomotif pada Selasa, 5 Mei 2026, dengan asumsi konsumsi energi 6 km per kWh dan tarif listrik rumah tangga sekitar Rp1.700 per kWh, kebutuhan energi untuk jarak yang sama hanya sekitar 166 kWh.

Biaya yang dibutuhkan untuk pengisian daya tersebut hanya berkisar Rp280 ribuan per bulan. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan mobil diesel, bahkan ketika menggunakan bahan bakar non-subsidi dengan harga paling rendah.

Jika dibandingkan secara langsung, selisih biaya operasional antara mobil diesel dan mobil listrik dapat mencapai sekitar Rp1,4 juta hingga Rp1,8 juta per bulan. Dalam setahun, penghematan yang bisa diraih bisa menembus Rp17 juta hingga lebih dari Rp20 juta.

Perbedaan signifikan ini menjadi salah satu faktor utama yang mulai dipertimbangkan konsumen saat memilih kendaraan. Keputusan pembelian tidak hanya didasarkan pada harga awal, tetapi juga pada total biaya penggunaan dalam jangka panjang.

Meskipun demikian, ada beberapa aspek yang tetap perlu diperhatikan. Biaya pengisian daya cepat di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terkadang bisa lebih mahal dibandingkan mengisi daya di rumah. Selain itu, penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi seperti BioSolar dapat mengubah perbandingan biaya menjadi berbeda.

Namun, secara umum, dengan tren kenaikan harga BBM diesel yang terus berlanjut, mobil listrik semakin menunjukkan keunggulannya dari sisi efisiensi biaya operasional. Hal ini menjadikan kendaraan listrik tidak hanya menarik dari segi teknologi, tetapi juga dari perspektif ekonomi penggunaan sehari-hari.