TNI dan Tenaga Medis Bersinergi Berantas DBD dengan Fogging di Krangkeng

oleh -6 Dilihat
TNI dan Tenaga Medis Bersinergi Berantas DBD dengan Fogging di Krangkeng

KabarDermayu.com – Pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) menjadi prioritas utama di Kabupaten Indramayu. Upaya ini melibatkan sinergi kuat antara TNI dan petugas kesehatan yang secara aktif melakukan kegiatan fogging di berbagai permukiman warga.

Kegiatan fogging ini merupakan langkah preventif yang sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyakit DBD. Dengan melakukan fogging secara rutin, diharapkan dapat menekan angka kasus DBD yang seringkali meningkat, terutama saat musim penghujan tiba.

Permukiman warga di Kecamatan Krangkeng menjadi salah satu area yang menjadi fokus utama dalam pelaksanaan fogging kali ini. Para petugas kesehatan, didukung oleh personel TNI, menyisir setiap sudut permukiman untuk memastikan tidak ada tempat yang terlewat.

Kepala Puskesmas Krangkeng, dr. Hj. Sri Rahayu, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (GSCJ). Program ini menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam memberantas sarang nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini: Antam dan Pasar Global Menguat

“Fogging ini bukan solusi tunggal, namun merupakan pelengkap dari upaya PSN yang harus dilakukan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Kami terus mengedukasi warga pentingnya 3M Plus, yaitu menutup, menguras, dan mendaur ulang barang bekas, serta menghindari gigitan nyamuk,” ujar dr. Sri Rahayu.

Kolaborasi antara TNI dan petugas kesehatan menunjukkan komitmen bersama dalam melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman DBD. Babinsa Krangkeng, Serda Nurhadi, menyatakan kesiapan TNI untuk terus mendukung program kesehatan di wilayah binaannya.

“Kami dari TNI siap membantu sepenuhnya dalam setiap kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Fogging ini adalah salah satu bentuk nyata pengabdian kami,” tegas Serda Nurhadi.

Kegiatan fogging ini dilakukan dengan menggunakan insektisida yang aman dan efektif, sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku. Petugas juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan PSN secara mandiri.

Selain fogging, petugas kesehatan juga melakukan survei dan pemantauan jentik di rumah-rumah warga. Tujuannya adalah untuk mendeteksi keberadaan jentik nyamuk dan memberikan intervensi yang tepat jika ditemukan.

Peningkatan kewaspadaan terhadap DBD sangatlah penting, mengingat penyakit ini dapat menyerang siapa saja, terutama anak-anak. Gejala DBD yang umum meliputi demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta ruam.

Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Kesehatan terus berupaya keras untuk menekan angka kasus DBD. Berbagai program pencegahan dan penanggulangan terus digalakkan, termasuk penyuluhan kesehatan, distribusi abate, serta kegiatan fogging yang dilakukan secara berkala.

Masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Dengan kerjasama yang solid antara pemerintah, TNI, petugas kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan Kabupaten Indramayu dapat terbebas dari ancaman penyakit demam berdarah.

Pentingnya kesadaran masyarakat dalam melakukan PSN tidak dapat diabaikan. Lingkungan yang bersih dan bebas dari genangan air adalah kunci utama untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Kegiatan fogging di Krangkeng ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam menurunkan potensi penularan DBD. Upaya ini akan terus dilanjutkan dan diperluas ke wilayah lain yang membutuhkan.