Pertumbuhan Kendaraan Listrik, Kemenaker Siap Ikut Serta

oleh -5 Dilihat
Pertumbuhan Kendaraan Listrik, Kemenaker Siap Ikut Serta

KabarDermayu.com – Pertumbuhan pesat pasar kendaraan listrik di Indonesia mendorong Kementerian Ketenagakerjaan untuk sigap mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menekankan bahwa lonjakan pasar kendaraan listrik tidak hanya mengubah lanskap industri otomotif, tetapi juga struktur ketenagakerjaan nasional.

Ia menegaskan bahwa perubahan ini memerlukan respons strategis agar Indonesia tidak tertinggal dalam transisi global menuju ekonomi hijau.

Afriansyah menjelaskan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau merupakan keniscayaan yang harus dihadapi bersama dan sektor kendaraan listrik menjadi pilar penting dalam penciptaan lapangan kerja masa depan.

“Transformasi menuju ekonomi hijau bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keniscayaan yang harus kita siapkan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kesiapan tenaga kerja akan menjadi penentu utama dalam memenangkan persaingan industri di masa mendatang.

Baca juga: Wajib Konversi Dana Himbara ke Rupiah Maksimal 50% Mulai 1 Juni 2026

Data penjualan kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan peningkatan yang luar biasa. Dari sekitar 10 ribu unit pada tahun 2022, angka tersebut diproyeksikan melonjak menjadi lebih dari 100 ribu unit pada tahun 2025.

Pertumbuhan signifikan ini secara langsung meningkatkan permintaan akan tenaga kerja dengan keahlian baru yang spesifik.

“Geliat pasar yang sangat cepat dalam periode tiga tahun terakhir ini berdampak pada kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang otomotif listrik, digitalisasi, serta keterampilan industri hijau,” tutur Afriansyah.

Sebagai bagian dari visi pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, Kementerian Ketenagakerjaan berupaya memperkuat program pengembangan SDM.

Langkah ini difokuskan untuk menciptakan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi.

Salah satu strategi kunci yang ditempuh adalah menjalin kolaborasi erat dengan industri otomotif.

Kemitraan ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa program pelatihan yang diselenggarakan benar-benar relevan dengan kebutuhan riil di lapangan.

Afriansyah turut mengapresiasi kontribusi industri dalam mendukung pendidikan vokasi, termasuk inisiatif dari PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia.

“Hibah kendaraan untuk pengembangan pelatihan vokasi menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas SDM,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya perluasan kerja sama semacam ini agar semakin banyak tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai tuntutan industri.

Hal ini sekaligus akan membuka lebih banyak peluang kerja baru di sektor otomotif berbasis listrik yang sedang berkembang pesat.

“Sinergi antara pemerintah, industri, dan lembaga pelatihan menjadi kunci agar Indonesia mampu menciptakan tenaga kerja yang produktif dan siap menghadapi tantangan masa depan di sektor green jobs,” pungkasnya.