KabarDermayu.com – Psikolog Lita Gading melontarkan kritik tajam terhadap musisi yang juga anggota dewan, Ahmad Dhani. Lita menilai Dhani terlalu terfokus pada urusan pribadinya, khususnya terkait hilangnya akun Instagram miliknya, dibandingkan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.
Kritikan ini muncul setelah Ahmad Dhani diketahui mendatangi pihak berwenang untuk mencari tahu penyebab akun media sosialnya menghilang. Menurut Lita Gading, langkah tersebut kurang proporsional jika dibandingkan dengan amanah yang seharusnya diemban oleh seorang pejabat publik.
Dalam pernyataannya yang diunggah di akun Instagramnya, @lita.gading, pada Rabu, 6 Mei 2026, Lita menyampaikan kritik tersebut dengan nada satir. Ia bahkan mengibaratkan hilangnya akun Instagram tersebut sebagai sebuah “peringatan” dari sisi kesehatan mental.
“Ada pejabat yang lagi sibuk ngurusin Instagramnya hilang (tertawa). Aduh, saya kasih tau ya itu fitur mental health dari Instagram. Jadi supaya Anda tidak memposting terus menerus karena akan mengganggu kesehatan jiwa anak-anaknya gitu,” ujar Lita Gading.
Baca juga: Gen Z: Bangkitkan Ekonomi Lewat Koperasi
Lebih lanjut, Lita menyoroti tindakan Ahmad Dhani yang sampai membawa persoalan hilangnya akun media sosial ke ranah institusi penegak hukum. Ia berpendapat bahwa tindakan tersebut terkesan berlebihan dan tidak mencerminkan prioritas yang semestinya dimiliki oleh seorang pejabat negara.
“Jadi, mungkin saja hal ini distop gitu. Jangan lah sibuk-sibuk ngurusin ke Bareskrim segala kayak orang nggak ada kerjaan,” tambahnya.
Lita Gading menekankan bahwa seorang figur publik, terlebih lagi yang memiliki jabatan sebagai wakil rakyat, sudah seharusnya mengedepankan kepentingan masyarakat luas di atas persoalan pribadi.
“Dia itu pejabat publik loh, kok sibuk ngurusin Instagram hilang ke Bareskrim lagi lapor. Halo Bareskrim fokus kepada pekerjaan Anda yang lebih penting banyak,” tegasnya.
Pernyataan Lita Gading ini sontak memicu beragam reaksi dari publik. Banyak warganet yang turut menyuarakan pandangan serupa di berbagai platform media sosial. Mereka berpendapat bahwa pejabat publik sepatutnya memprioritaskan tugas kenegaraan ketimbang masalah personal yang sebenarnya dapat ditangani dengan cara yang berbeda.
Beberapa komentar yang muncul bahkan bersifat cukup pedas, menyoroti kondisi negara yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari para pejabatnya.
Salah satu komentar yang beredar menyatakan keprihatinan atas fokus pejabat yang dinilai lebih mengurus kepentingan pribadi di tengah kondisi negara yang dianggap sedang “semrawut”. Netizen tersebut juga menyayangkan jika ada anggota dewan yang lebih sibuk mengurus hal pribadi daripada tugasnya.
Komentar lain juga menyuarakan keheranan mengenai siapa yang memilih para pejabat tersebut untuk duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pertanyaan ini menunjukkan adanya keraguan publik terhadap kualitas dan prioritas para wakil rakyat yang terpilih.
Ada pula yang berpendapat bahwa tindakan tersebut menunjukkan kurangnya kesibukan atau justru kelebihan waktu luang. Netizen tersebut merasa heran mengapa seorang pejabat pemerintah masih disibukkan oleh masalah pribadi, sementara masih banyak hal penting yang harus diperjuangkan untuk masyarakat.





