Skandal Kualifikasi Piala Dunia 2026 Kembali Diungkap Graham Arnold

oleh -7 Dilihat
Skandal Kualifikasi Piala Dunia 2026 Kembali Diungkap Graham Arnold

KabarDermayu.com – Polemik mengenai penunjukan tuan rumah pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia kembali mencuat, meskipun fase tersebut telah berakhir pada Oktober 2025.

Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, secara tegas melontarkan kritiknya terhadap keputusan Asian Football Confederation (AFC). Ia menilai keputusan AFC yang memilih Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah, alih-alih venue netral yang dijanjikan sebelumnya, sangatlah janggal.

Dalam sebuah podcast, Arnold mengungkapkan bahwa ia telah mendapat informasi mengenai penyelenggaraan babak playoff di tempat netral sejak awal kompetisi. Pernyataan ini disampaikan Arnold dalam podcast The Howie Games.

Baca juga: Ribuan Pengendara Terjaring Razia Polisi dalam Satu Hari di Kota Ini

“Ketika saya menghadiri undian di awal kampanye bersama Australia, kami diberi tahu bahwa playoff akan diadakan di tempat netral,” ungkapnya.

Namun, kenyataan yang terjadi justru berbeda. AFC menunjuk dua negara dengan peringkat tertinggi sebagai tuan rumah. Berdasarkan data FIFA saat itu, Qatar berada di peringkat 53, Irak di peringkat 57, dan Arab Saudi di peringkat 58.

Arnold menyatakan keheranannya terhadap keputusan tersebut. “Saya pikir itu bagus—kami akan menjadi tuan rumah. Tapi entah bagaimana Arab Saudi justru yang menjadi tuan rumah grup tersebut,” ujarnya.

Situasi ini tidak hanya berdampak pada Irak, tetapi juga secara signifikan memengaruhi perjuangan Timnas Indonesia. Arnold secara khusus menyoroti betapa beratnya tantangan yang dihadapi skuad Garuda dalam kondisi yang dinilainya tidak adil.

“Saya merasa sangat kasihan kepada Indonesia karena situasi playoff itu benar-benar tidak adil. Mereka harus bermain di Arab Saudi dan Qatar,” tegas Arnold.

Ia menjelaskan bahwa jadwal yang padat ditambah dengan perjalanan yang jauh membuat Timnas Indonesia berada dalam kondisi yang kurang ideal. Skuad Garuda baru tiba di Arab Saudi pada awal pekan, dengan beberapa pemain yang menyusul kemudian, dan langsung dihadapkan pada pertandingan penting.

Sebaliknya, tim tuan rumah justru memiliki waktu istirahat yang jauh lebih panjang. Kondisi ini dinilai telah menciptakan ketimpangan yang sangat mencolok dalam persaingan memperebutkan tiket Piala Dunia.

Pada akhirnya, Arab Saudi berhasil mengamankan tiket langsung ke Piala Dunia FIFA 2026. Sementara Irak harus melanjutkan perjuangannya ke babak selanjutnya, dan Timnas Indonesia harus mengubur mimpinya untuk lolos lebih jauh.