Rupiah Menguat di Tengah Keraguan Pasar Terhadap Data Ekonomi Kuartal I

oleh -6 Dilihat
Rupiah Menguat di Tengah Keraguan Pasar Terhadap Data Ekonomi Kuartal I

KabarDermayu.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan pergerakan yang fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Rabu, 6 Mei 2026.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis Bank Indonesia (BI), kurs rupiah pada Rabu, 6 Mei 2026, berada di level Rp 17.405 per dolar AS. Posisi ini tercatat melemah 20 poin dibandingkan kurs penutupan pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026, yang berada di level Rp 17.425.

Sementara itu, pada perdagangan pasar spot di hari yang sama, Kamis, 7 Mei 2026, hingga pukul 09.01 WIB, rupiah tercatat ditransaksikan di level Rp 17.318 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan penguatan signifikan sebesar 69 poin atau 0,40 persen dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp 17.387.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa pemerintah melalui Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, telah menyatakan bahwa perekonomian Indonesia mulai menunjukkan akselerasi pertumbuhan pasca mencatat kinerja positif pada kuartal I-2026.

Baca juga: Indonesia dan 12 Negara Kecam Serangan Israel ke Aktivis Flotilla

Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen menjadi indikasi bahwa tren ekonomi nasional bergerak ke arah yang lebih kuat dibandingkan periode sebelumnya. Namun, percepatan ini belum sepenuhnya dipahami oleh pelaku pasar.

“Percepatan ini belum sepenuhnya dipahami oleh pelaku pasar, yang justru masih menunjukkan kekhawatiran dan cenderung menarik dana dari pasar modal,” ujar Ibrahim dalam riset hariannya pada Kamis, 7 Mei 2026.

Oleh karena itu, pemerintah bertekad untuk menjaga momentum pertumbuhan ini pada kuartal berikutnya melalui berbagai kebijakan lanjutan. Koordinasi erat dengan Bank Indonesia (BI) juga terus diperkuat, khususnya dalam menjaga likuiditas sistem keuangan.

Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus tambahan untuk mendorong aktivitas ekonomi dalam waktu dekat. Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap akselerasi pertumbuhan ekonomi dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi aktivitas usaha serta kepercayaan pasar ke depan.

Namun, disisi lain, banyak ekonom yang menyuarakan keraguan terhadap hasil perhitungan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 yang mencapai 5,61 persen. Salah satu sorotan utama adalah data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia pada Maret 2026.

IKK pada Maret 2026 tercatat sebesar 122,9 basis poin, yang menunjukkan penurunan dibandingkan dengan angka pada Januari 2026 yang mencapai 127,0 basis poin. Perbedaan data ini menimbulkan pertanyaan mengenai validitas percepatan pertumbuhan ekonomi yang diklaim.

“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.380-Rp 17.420,” imbuh Ibrahim.

Sebagai informasi tambahan, pasar menunjukkan respons positif terhadap pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang mengindikasikan kemungkinan tercapainya kesepakatan damai untuk mengakhiri perang dengan Iran. Meskipun belum ada reaksi langsung dari Teheran, mengingat saat itu waktu masih sangat pagi di hari Rabu.

Pada hari Selasa, Trump secara tak terduga mengumumkan penghentian sementara operasi untuk membantu mengawal kapal melalui Selat Hormuz. Keputusan ini didasari oleh kemajuan menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran, meskipun Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kesepakatan tersebut.

Namun, Trump menegaskan bahwa Angkatan Laut AS akan tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Selat Hormuz, yang secara normal dilalui oleh kargo setara dengan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam dunia, telah mengalami gangguan signifikan sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari.