KabarDermayu.com – PT Asuransi Jiwa BRI Life terus berupaya meningkatkan penetrasi asuransi digital di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan mengintegrasikan perlindungan asuransi ke dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.
Salah satu langkah konkretnya adalah peluncuran inovasi produk terbaru dari kanal pemasaran digital, yaitu Asuransi MODI (Mobile Digital Insurance), yang diperkenalkan pada pertengahan April 2026.
Produk asuransi ini dirancang untuk memberikan perlindungan yang dinamis, mengikuti setiap tahapan kehidupan dengan cara yang praktis, fleksibel, dan relevan dengan gaya hidup modern.
Inisiatif peluncuran Asuransi MODI didasari oleh pergeseran perilaku konsumen, terutama dari kalangan Generasi Z. Kelompok ini semakin mengutamakan kemudahan dan kecepatan dalam setiap layanan, termasuk dalam memenuhi kebutuhan perlindungan keuangan yang berbasis digital.
Kebutuhan akan akses yang mudah, kepraktisan, fleksibilitas, serta relevansi dengan gaya hidup modern menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan produk ini.
Dari sisi kinerja keuangan, BRI Life mencatatkan total pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp1,17 triliun pada kuartal I 2026. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 2,4 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp1,20 triliun.
Direktur Operasional BRI Life, Andrew Bain, menyatakan bahwa penurunan nilai pembayaran klaim dan manfaat ini merupakan indikasi positif terhadap kesehatan bisnis perusahaan.
Baca juga: Sultan Brunei Jadi Pilot Pesawat Pribadi ke KTT ASEAN di Filipina
Hal ini mencerminkan keberhasilan BRI Life dalam melakukan seleksi risiko yang lebih ketat dan efektif. Selain itu, perusahaan juga berhasil menjaga kualitas portofolio nasabah agar tetap sehat sepanjang periode berjalan.
Menurut Andrew, penurunan klaim secara year-on-year sebesar 2,4 persen tidak terlepas dari penerapan strategi underwriting yang disiplin. Pengelolaan portofolio yang selektif juga turut berkontribusi pada pencapaian ini.
Ia menekankan komitmen perusahaan untuk memastikan setiap premi yang dibayarkan oleh nasabah kembali dalam bentuk proteksi yang tepat guna dan bernilai.
Sebagai perbandingan, rasio klaim industri asuransi jiwa tercatat sebesar 78,2 persen pada kuartal I 2026. Sementara itu, BRI Life berhasil menjaga rasio klaim dan manfaatnya di angka yang jauh lebih rendah, yaitu 48,9 persen.
Angka ini menunjukkan performa BRI Life yang lebih efisien dibandingkan dengan rata-rata rasio klaim industri asuransi jiwa secara keseluruhan.
“Ini menunjukkan efisiensi operasional kami dan komitmen untuk menjaga keberlanjutan manfaat bagi seluruh nasabah. Kami juga memiliki tingkat ketahanan finansial yang sangat kuat dalam menghadapi berbagai dinamika pasar,” ujar Andrew.
Ke depannya, BRI Life berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola risiko. Perusahaan juga akan fokus pada peningkatan kualitas layanan klaim bagi seluruh pemegang polis.





