UMKM Papua “Japamo” Tarik Minat Pembeli Internasional Berkat Dukungan BRI di FHA 2026

oleh -6 Dilihat
UMKM Papua "Japamo" Tarik Minat Pembeli Internasional Berkat Dukungan BRI di FHA 2026

KabarDermayu.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berupaya memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bersaing di kancah internasional dengan memanfaatkan potensi lokal. Salah satu bukti nyata adalah Japamo, sebuah UMKM asal Jayapura yang berhasil mengolah sagu Papua menjadi produk pangan modern yang memiliki daya tarik dan daya saing global.

Didirikan pada tahun 2016 oleh Rini Eko Setiani, Japamo bermula dari keprihatinan atas minimnya pilihan oleh-oleh khas Papua yang praktis dan berkualitas. Keresahan ini mendorong Rini untuk menggali potensi sagu Papua yang melimpah, namun belum banyak diolah menjadi produk bernilai tambah.

“Kami melihat sagu memiliki potensi besar untuk diolah secara modern. Agar tidak hanya dianggap sebagai makanan tradisional, kami berusaha menyajikannya dalam bentuk yang lebih sesuai dengan selera pasar saat ini, seperti cookies dan aneka camilan kekinian,” ujar Rini.

Rini menjelaskan bahwa inovasi yang dilakukan tidak hanya terbatas pada cara pengolahan sagu, tetapi juga pada strategi penerimaan produk di pasar. Produk Japamo dikemas secara menarik, memiliki daya simpan yang cukup panjang, dan dikembangkan sebagai camilan sehat untuk meningkatkan minat pasar.

Berkat berbagai upaya tersebut, Japamo mulai membuahkan hasil. Dari produksi skala kecil, kini Japamo mampu mengolah ratusan kilogram tepung sagu setiap bulan. Peningkatan permintaan juga mendorong perluasan jangkauan pemasaran Japamo, tidak hanya di berbagai kota di Papua seperti Jayapura, Keerom, Sentani, Wamena, Merauke, Timika, hingga Sorong, tetapi juga melalui berbagai kanal distribusi, termasuk ritel modern, marketplace, serta jaringan distributor dan reseller di kota-kota besar.

Perkembangan usaha Japamo ini, menurut Rini, tidak lepas dari berbagai program pembinaan yang diikuti sejak 2019, termasuk melalui Rumah BUMN BRI Jayapura dan event BRI UMKM EXPO(RT). Program-program ini memberikan manfaat nyata dalam pengembangan bisnis Japamo.

“Melalui program tersebut, Japamo mendapatkan bekal untuk menghadapi berbagai tantangan usaha, mulai dari pengelolaan SDM, operasional, hingga strategi pemasaran. Kami menyadari pentingnya belajar untuk terus bertumbuh. Pelatihan dari Rumah BUMN dan BRI UMKM EXPO(RT) dari BRI membantu kami memahami cara meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, hingga memanfaatkan digital marketing,” jelas Rini.

Baca juga: Renovasi Sekolah Indonesia dalam 2-3 Tahun ke Depan

Berkat pendampingan tersebut, Japamo kini telah memiliki legalitas lengkap seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, sertifikasi halal, serta Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Kelengkapan ini tidak hanya memperkuat kredibilitas usaha di mata konsumen dan mitra bisnis, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk memperluas akses pasar, termasuk masuk ke ritel modern dan membuka peluang ke pasar ekspor.

Upaya memperluas jangkauan ke pasar internasional tersebut semakin diperkuat melalui partisipasi Japamo dalam ajang Food and Hospitality Asia (FHA) 2026 di Singapura pada 21-24 April 2026. Partisipasi ini merupakan bagian dari inisiatif BRI dalam memperluas akses UMKM binaan ke dalam ekosistem perdagangan internasional yang lebih luas.

“FHA 2026 membuka wawasan kami tentang pasar global sekaligus meningkatkan kepercayaan diri bahwa produk lokal seperti sagu Papua memiliki peluang untuk bersaing di tingkat internasional. Respons pasar pun cukup positif. Sejumlah pengunjung dari Jepang dan Korea menunjukkan ketertarikan terhadap produk berbasis sagu sebagai alternatif gluten free, dan telah meminta katalog serta sampel untuk penjajakan kerja sama lebih lanjut,” jelas Rini.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. menegaskan bahwa keberhasilan UMKM binaan BRI menembus pasar internasional menjadi indikator kuat atas daya saing produk lokal Indonesia.

“Pencapaian UMKM binaan BRI di pasar global merupakan validasi bahwa produk Indonesia mampu memenuhi standar kualitas internasional. Fokus kami adalah membangun kepercayaan pasar global sekaligus memastikan UMKM Tanah Air dapat terintegrasi dalam rantai pasok dunia secara berkelanjutan,” ujar Dippo.

Ke depan, BRI akan terus memperkuat perannya sebagai enabler pertumbuhan UMKM, tidak hanya untuk berkembang di pasar domestik, tetapi juga agar mampu menangkap peluang di pasar global dan membawa komoditas pangan lokal Indonesia ke mancanegara. (LAN)