Terapi Konvensional Ditinggalkan, Beralih ke Metode Modern untuk Atasi Nyeri

oleh -6 Dilihat
Terapi Konvensional Ditinggalkan, Beralih ke Metode Modern untuk Atasi Nyeri

KabarDermayu.com – Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan kini meluas, tidak hanya terbatas pada pengobatan penyakit. Belakangan ini, semakin banyak individu yang menaruh perhatian pada pemulihan tubuh, pencegahan cedera, hingga menjaga performa fisik agar tetap optimal di tengah gaya hidup yang kian aktif.

Tren ini tercermin dari meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga, perawatan kesehatan (wellness treatment), hingga layanan rehabilitasi modern yang menawarkan proses pemulihan lebih cepat dan nyaman. Tidak hanya atlet profesional, masyarakat umum pun kini mulai mencari terapi yang dapat membantu tubuh pulih tanpa prosedur invasif atau rasa sakit yang berlebihan. Lantas, seperti apa contohnya? Mari kita simak lebih lanjut.

Di tengah maraknya tren ini, teknologi rehabilitasi berbasis radiofrekuensi mulai menarik perhatian karena dinilai mampu mendukung proses penyembuhan tubuh secara lebih efektif. Salah satu teknologi yang menonjol adalah INDIBA Activ, sebuah inovasi terapi asal Spanyol yang kini telah hadir dan digunakan di Indonesia.

INDIBA Activ beroperasi menggunakan teknologi radiofrekuensi 448 kHz Proionic® System. Sistem ini diklaim mampu merangsang regenerasi jaringan tubuh dari dalam. Teknologi ini diyakini dapat meningkatkan sirkulasi darah, membantu mengurangi peradangan (inflamasi), meredakan nyeri, hingga mempercepat proses penyembuhan alami tubuh.

Secara global, teknologi INDIBA Activ telah diadopsi di lebih dari 60 negara dan sangat populer di kalangan fisioterapis serta atlet kelas dunia untuk menunjang pemulihan fisik.

“Atlet internasional seperti Rafael Nadal pernah menggunakan teknologi pemulihan dan rehabilitasi canggih INDIBA Activ dalam proses pemulihan fisiknya,” ujar M. Luthfi Alamsyah, S.Ft., MMRS, Head Physio Rehabilitation & Sport Division PT Regenesis Indonesia, dalam sebuah keterangan yang dikutip pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Baca juga: Prabowo Bagikan 1.582 Kapal kepada Nelayan

Menurut dr. Veranika Darmidy, Sp.KO, SubSp.ALK (K), Kepala Klinik Utama MOTIVA, teknologi ini memiliki dua mode terapi utama: kapasitif dan resistif. Kedua mode ini memungkinkan penanganan berbagai jenis jaringan tubuh, mulai dari otot, tendon, hingga ligamen.

“Layanan terapi ini sangat bermanfaat untuk membantu pemulihan cedera otot, mengatasi masalah kekakuan dan spasme otot, serta rehabilitasi pascaoperasi pada tendon dan ligamen,” jelas dr. Veranika.

Yang menarik dari terapi ini adalah pengalamannya yang diklaim lebih nyaman dibandingkan metode konvensional. Sifatnya yang non-invasif dan minim rasa sakit membuat proses pemulihan terasa lebih cepat, bahkan hanya dalam beberapa sesi terapi.

“Berbeda dengan terapi konvensional, penggunaan INDIBA Activ memberikan pengalaman terapi yang lebih nyaman karena bersifat non-invasif, minim rasa sakit, serta dapat memberikan hasil optimal hanya dalam beberapa sesi terapi,” terang dr. Veranika.

Teknologi INDIBA Activ resmi diperkenalkan di Indonesia melalui kolaborasi antara PT Regenesis Indonesia dan Klinik Utama MOTIVA.

“Kami menyambut baik kerja sama dengan Regenesis dalam menghadirkan INDIBA Activ di Klinik Utama MOTIVA. Kehadiran INDIBA Activ sebagai teknologi baru dan modern ini dapat memperkuat komitmen kami untuk memberikan layanan terapi yang optimal dan efektif, sehingga pasien mendapatkan manfaat maksimal dalam proses pemulihan mereka,” pungkas dr. Veranika Darmidy.