KabarDermayu.com – Fakultas Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) di Cimahi baru-baru ini menyelenggarakan sebuah kuliah umum yang sangat relevan bagi para mahasiswanya. Kegiatan ini fokus pada peningkatan kemampuan public speaking, sebuah keterampilan yang kini menjadi krusial di dunia profesional.
Acara yang bertajuk “Level Up Your Speech: Dari Mahasiswa Jadi Speaker Luar Biasa” ini dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2026. Tujuannya adalah membekali mahasiswa dengan strategi dan teknik berbicara di depan umum yang efektif.
Kuliah umum ini bertempat di Auditorium Lantai 4 Fakultas Psikologi UNJANI. Narasumber yang dihadirkan adalah seorang praktisi komunikasi sekaligus akademisi, Amirush Shaffa, S.Pd., M.Pd., C.PS.
Pembukaan acara dilakukan oleh Endah Andriani Pratiwi, M.Psi., Psikolog. Dalam pidato sambutannya, Endah menekankan betapa pentingnya public speaking bagi lulusan psikologi.
Ia juga mengumumkan bahwa public speaking akan segera menjadi mata kuliah wajib di Fakultas Psikologi UNJANI. Hal ini menunjukkan komitmen universitas untuk mempersiapkan mahasiswanya menghadapi tantangan dunia kerja.
Menurut Endah, keterampilan komunikasi yang mumpuni adalah bekal strategis. Kemampuan ini tidak hanya mengoptimalkan potensi intelektual mahasiswa, tetapi juga meningkatkan daya saing mereka saat memasuki dunia profesional.
Public Speaking dari Perspektif Psikologi
Narasumber, Amirush Shaffa, memaparkan bahwa public speaking merupakan keterampilan yang kompleks dan multidimensional. Ini bukan sekadar tentang merangkai kata-kata menjadi kalimat yang indah.
Lebih dari itu, public speaking sangat erat kaitannya dengan kemampuan mengelola emosi, membangun kepercayaan diri (self-efficacy), serta kemampuan untuk memberikan pengaruh sosial (social influence) kepada audiens.
“Keberhasilan seseorang dalam berbicara di depan umum sangat dipengaruhi oleh bagaimana ia mampu mengelola rasa cemas yang mungkin muncul. Selain itu, kemampuan menyusun pesan secara sistematis juga memegang peranan penting,” ujar Amirush saat memberikan materi kepada para mahasiswa.
Amirush juga mengulas teori komunikasi 3V yang merujuk pada penelitian Albert Mehrabian. Teori ini menjelaskan bagaimana elemen visual, vokal, dan verbal berkontribusi dalam penyampaian pesan.
Menariknya, dalam konteks penyampaian emosi, aspek visual memberikan kontribusi sebesar 55 persen. Aspek vokal menyumbang 38 persen, sementara kata-kata atau aspek verbal hanya sebesar 7 persen.
Pembelajaran Melalui Praktik Langsung
Kuliah umum ini dipandu oleh Ulfa Trijayanti, M.Psi., yang berhasil menciptakan suasana belajar yang interaktif dan tidak membosankan. Metode experiential learning diterapkan agar mahasiswa tidak hanya pasif menerima teori.
Mahasiswa diajak untuk terlibat langsung dalam simulasi praktik berbicara di depan umum. Mereka mendapatkan kesempatan untuk merasakan langsung bagaimana menerapkan teknik-teknik yang diajarkan.
Dalam sesi praktik, mahasiswa dilatih untuk mengelola ekspresi wajah mereka. Mereka juga belajar mengoptimalkan penggunaan bahasa tubuh dan teknik vokal agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh audiens.
Antusiasme terlihat jelas dari para mahasiswa saat sesi simulasi berlangsung. Suasana menjadi sangat dinamis dan penuh partisipasi aktif dari para peserta.
Beberapa mahasiswa mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan memberikan pencerahan baru bagi mereka. Ayuni Sintia Dewi, salah seorang peserta, menilai materi ini sangat praktis untuk menunjang pengembangan dirinya di masa depan.
Sementara itu, Nasywa Rifda Fauziah Mutaqin, yang merupakan mahasiswa semester 6, mengaku kini lebih memahami cara mengatasi rasa gugup yang seringkali menjadi hambatan saat berbicara di depan umum.
Rifasya Fahmi menambahkan, ia sangat terbantu dengan adanya materi yang menyoroti pentingnya mengurangi penggunaan filler words. Kata-kata seperti “emmm” atau “eeuu” seringkali mengganggu kelancaran dan efektivitas sebuah presentasi.
Melalui simulasi yang diberikan, Rifasya merasa mendapatkan pengalaman berharga yang dapat ia terapkan untuk meningkatkan kualitas komunikasinya secara keseluruhan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Fakultas Psikologi UNJANI menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademis. Universitas ini juga berupaya membentuk pribadi-pribadi yang adaptif, profesional, dan memiliki keberanian untuk tampil kompetitif di berbagai bidang.
Baca juga: Iran Manfaatkan Armada Drone untuk Amankan Selat Hormuz
Bekal kemampuan komunikasi yang mumpuni diharapkan dapat menjadi kunci kesuksesan para lulusannya di masa depan.





