Ashari Dituding PKB Jateng Bukan Kiai Tapi Dukun Cabul

oleh -7 Dilihat
Ashari Dituding PKB Jateng Bukan Kiai Tapi Dukun Cabul

KabarDermayu.com – Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah, Sukirman, dengan tegas menyatakan bahwa Ashari, tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati, bukanlah seorang kiai.

Pernyataan ini disampaikan Sukirman kepada para wartawan usai memimpin Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muspimwil) PKB Jawa Tengah yang diselenggarakan di Kota Semarang pada Minggu, 10 Mei 2026.

Sukirman bahkan melabeli Ashari sebagai dukun cabul yang telah menyalahgunakan nama baik tokoh agama. Ia menambahkan bahwa selama ini publik mungkin mengira Ashari, yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo di Pati, adalah seorang kiai yang memiliki karisma.

Namun, menurut para kiai yang tergabung dalam Dewan Syuro PKB se-Jawa Tengah, Ashari dipastikan bukanlah seorang kiai. “Bukan, itu dukun cabul yang mengatasnamakan kiai. Kalau kiai, karakter, akhlak, dan perilakunya tentu tidak akan seperti itu,” tegas Sukirman.

Kasus dugaan pencabulan yang terjadi di salah satu ponpes di Kabupaten Pati ini juga menjadi agenda pembahasan dalam Muspimwil DPW PKB Jateng. Sukirman menjelaskan bahwa para kiai sepakat untuk meningkatkan pengawasan di masing-masing pondok pesantren.

Tujuannya adalah agar tidak ada lagi oknum yang menyusup dan melakukan tindakan negatif. Hal ini disampaikan oleh Sukirman, yang juga menjabat sebagai Plt Bupati Pekalongan.

Ia menegaskan bahwa PKB di tingkat daerah akan melakukan pengawasan ketat terhadap individu yang mengatasnamakan diri sebagai kiai dari sebuah pondok pesantren di wilayah mereka.

Baca juga: 4 Zodiak Paling Beruntung di Awal Pekan

“Kiai itu punya ukuran akhlak, keilmuan, dan budi pekerti yang jelas. Begitu juga dalam menjaga anak-anak santrinya. Sedangkan yang seperti ini tentu hanya mengatasnamakan kiai,” tegasnya kembali.

Lebih lanjut, Sukirman menyampaikan bahwa para kiai yang memiliki santri dan berafiliasi dengan PKB akan berupaya meningkatkan kewaspadaan di daerah masing-masing. Tujuannya adalah untuk mencegah munculnya individu yang mengaku-ngaku sebagai kiai.

Sebelumnya, telah terungkap dugaan pencabulan yang menimpa sedikitnya 50 santriwati. Pelaku diduga adalah pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, yang berlokasi di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Para korban umumnya masih berada pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), mulai dari kelas VII hingga IX. Sebagian besar dari mereka berasal dari keluarga kurang mampu, bahkan ada yang merupakan anak yatim piatu, yang mengandalkan pendidikan gratis di pesantren tersebut.

Pihak Polresta Pati telah menetapkan pelaku dengan inisial AS sebagai tersangka. Namun, AS beberapa kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan yang dilayangkan oleh penyidik.

Penyidik kemudian melakukan upaya pengejaran terhadap tersangka yang diduga telah melarikan diri dari Jawa Tengah, bahkan hingga ke wilayah Jawa Barat dan Jakarta. Akhirnya, tersangka berhasil diamankan oleh pihak kepolisian di Wonogiri, Jawa Tengah, pada hari Kamis, 7 Mei 2026.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno