Melemahnya Rupiah Akibat Lonjakan Utang Pemerintah

oleh -6 Dilihat
Melemahnya Rupiah Akibat Lonjakan Utang Pemerintah

KabarDermayu.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup menguat pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 17.375 pada Jumat, 8 Mei 2026. Posisi rupiah itu melemah 13 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.362 pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026.

Sementara perdagangan di pasar spot pada Senin, 11 Mei 2026 hingga pukul 09.52 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.420 per dolar AS. Posisi itu melemah 38 poin atau 0,22 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.382 per dolar AS.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, utang pemerintah sampai dengan 31 Maret 2026 tembus Rp 9.920,42 triliun, atau naik hampir 3 persen dari level di periode Desember 2025 yaitu Rp 9.637,9 triliun.

“Posisi utang pemerintah sampai akhir kuartal I-2026 itu setara dengan 40,75 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),” kata Ibrahim dalam riset hariannya, Senin, 11 Mei 2026.

Perhitungan rasio utang terhadap PDB ini didapatkan dari membagi outstanding utang terbaru yakni Rp 9.637,9 triliun, serta akumulasi PDB harga berlaku terbaru yaitu kuartal I-2026 (Rp 6.187,2 triliun) dan tiga kuartal sebelumnya yang keseluruhan mencapai Rp 24.341,4 triliun.

Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portofolio utang yang optimal, dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik. Pemerintah terus memperbaiki kinerja penerimaan negara untuk mengimbangi pesatnya kebutuhan pembiayaan APBN.

Baca juga: Pasar Super High-End Giat Borong Hunian Premium BSD City, Botanic Villa NavaPark Habis Terjual 5 Bulan

Kendati rasio utang relatif masih di bawah standar internasional yakni 60 persen terhadap PDB, berbagai lembaga internasional turut memerhatikan rasio utang maupun bunganya terhadap penerimaan.

Sampai dengan kuartal I-2026, defisit APBN sudah mencapai Rp 240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB. Pembiayaan utang pun sudah terealisasi Rp 258,7 triliun atau 31,1 persen terhadap PDB.

Penerimaan negara, khususnya perpajakan, dinilai sebagai kunci usai lembaga pemeringkat blak-blakan memberi peringatan ke Purbaya ihwal rasio pembayaran bunga utang terhadap PDB.

“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.380—Rp 17.430,” ujarnya.

Sebagai informasi, AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan yang akan mengakhiri pertempuran dan memungkinkan Selat Hormuz untuk dibuka kembali sepenuhnya, tetapi menunda masalah yang lebih besar seputar program nuklir Iran.

Namun, pertempuran kembali pecah antara AS dan Iran, yang mengancam gencatan senjata yang rapuh dan menghancurkan harapan untuk kemajuan dalam pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur transit minyak dan gas utama.

IHSG dibuka melemah 9 poin atau 0,14 persen di level 6.959 pada pembukaan perdagangan Senin, 11 Mei 2026 dan berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.