24 Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Arab Saudi, Kemenag Ingatkan Pentingnya Kesehatan

oleh -5 Dilihat
24 Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Arab Saudi, Kemenag Ingatkan Pentingnya Kesehatan

KabarDermayu.com – Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan bahwa hingga Senin, 11 Mei 2026, atau pada hari ke-21 operasional haji, sebanyak 132.057 jemaah dan 1.361 petugas dari 341 kloter telah diberangkatkan ke Arab Saudi.

Dari jumlah tersebut, 92.767 jemaah dan 960 petugas dari 240 kloter telah tiba di Makkah setelah sebelumnya berada di Madinah. Sementara itu, gelombang kedua kedatangan melalui Jeddah mencatat 25.541 jemaah dan 269 petugas dari 67 kloter.

Untuk jemaah haji khusus, tercatat sebanyak 5.766 orang telah tiba di tanah suci. Kemenag terus memantau kondisi kesehatan para jemaah.

Saat ini, tercatat 67 jemaah masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi. Kemenag juga mengumumkan adanya satu jemaah yang meninggal pada Minggu, 10 Mei 2026. Almarhumah bernama Kasiani Sigito Tarmidi dari kloter KNO 8 asal Kota Medan, Sumatera Utara.

Dengan tambahan ini, total jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi hingga saat ini mencapai 24 orang. Kemenag menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian almarhumah.

Baca juga: Dividen Tunai Rp31 per Saham Akan Cair Akhir Bulan Ini, Cek Jadwalnya

“Atas nama Kemenag, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Juru Bicara Kemenag, Maria Assegaff, dalam keterangan persnya di Jakarta, dikutip Selasa, 12 Mei 2026.

Menyikapi situasi ini, Kemenag mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk menjaga kebugaran fisik. Jemaah diminta untuk menghemat tenaga dan memfokuskan diri pada persiapan menuju fase puncak ibadah haji 1447 H/2026 M.

Maria menekankan bahwa puncak haji memerlukan kesiapan fisik, mental, dan spiritual yang optimal. Oleh karena itu, jemaah diimbau untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari.

Suhu udara di Makkah dan Madinah saat ini berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius, sehingga sangat penting bagi jemaah untuk menjaga diri. Prioritaskan kesehatan dengan istirahat yang cukup, makan tepat waktu, dan minum air putih yang memadai.

“Jemaah perlu mengutamakan kesehatan. Hemat tenaga, cukup istirahat, makan tepat waktu, minum air putih yang cukup, dan selalu ikuti arahan petugas,” tegas Maria.

Kemenag juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah risiko tinggi. Mereka diminta untuk segera melapor kepada petugas jika mengalami keluhan kesehatan, seperti pusing, sesak napas, nyeri dada, demam, batuk berat, atau kondisi tubuh yang menurun.

“Jangan menunggu kondisi memburuk. Kesehatan adalah bekal utama menuju puncak haji,” Maria menekankan kembali pentingnya proaktif dalam menjaga kesehatan.

Peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) juga disorot. Maria berharap KBIHU dapat secara aktif mendampingi jemaah, memperkuat edukasi terkait kesehatan, keselamatan, ketertiban, dan kedisiplinan, selain memberikan bimbingan manasik.

Sebagai langkah mitigasi menjelang puncak haji, Kemenag telah mengeluarkan edaran mengenai pengaturan pergerakan jemaah. Jemaah diminta untuk mematuhi arahan petugas dalam setiap aktivitas, mulai dari pergerakan dari hotel ke Masjidil Haram, perpindahan dari Madinah ke Makkah, hingga persiapan menuju Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Khusus bagi jemaah gelombang kedua yang tiba melalui Jeddah, Maria mengimbau mereka untuk mengenakan kain ihram sejak di embarkasi. Hal ini dikarenakan mereka akan mengambil miqat dalam perjalanan menuju Arab Saudi dan langsung menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.

Maria juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh petugas haji Indonesia yang telah bekerja keras memberikan layanan terbaik bagi jemaah. Ia kembali mengajak jemaah untuk menjaga kesehatan, menghemat tenaga, mematuhi ketentuan pergerakan, dan memperkuat kesiapan ibadah.

“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, perlindungan, dan kesehatan kepada seluruh jemaah haji Indonesia, serta menjadikan hajinya mabrur,” tutup Maria, mendoakan kelancaran dan keberkahan ibadah haji.