Asia Buka Beragam, UEA Tinggalkan OPEC dan Ancaman AI Bayangi Pasar

by -4 Views
Asia Buka Beragam, UEA Tinggalkan OPEC dan Ancaman AI Bayangi Pasar

KabarDermayu.com – Perdagangan di bursa Asia-Pasifik pada Rabu, 29 April 2026, dibuka dengan pergerakan yang bervariasi. Kondisi ini dipengaruhi oleh dua faktor utama: keputusan Uni Emirat Arab (UEA) untuk keluar dari OPEC dan kekhawatiran pasar global terkait prospek industri kecerdasan buatan (AI) yang mulai terasa dampaknya dari Wall Street.

Keputusan UEA untuk meninggalkan OPEC, yang akan berlaku mulai 1 Mei 2026, menjadi pukulan signifikan bagi kartel minyak internasional. OPEC, yang selama ini berperan dalam mengoordinasikan produksi minyak dari negara-negara produsen terbesar dunia, terutama di Timur Tengah, kini harus menghadapi perubahan lanskap keanggotaannya.

Di sisi lain, sentimen negatif di sektor teknologi juga turut membebani pasar. Laporan terbaru mengenai kinerja OpenAI menunjukkan bahwa pendapatan perusahaan dan pertumbuhan pengguna baru tidak mencapai target internal yang telah ditetapkan. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.

Chief Financial Officer OpenAI, Sarah Friar, dilaporkan telah menyampaikan keprihatinan kepada jajaran manajemen mengenai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban kontrak komputasi di masa depan. Kekhawatiran ini semakin menguat apabila pertumbuhan pendapatan tidak dapat segera ditingkatkan.

Mengutip laporan dari CNBC Internasional, pasar saham di Asia menunjukkan tren yang beragam. Indeks Kospi di Korea Selatan mengalami pelemahan sebesar 0,39 persen. Sementara itu, indeks Kosdaq, yang mencakup saham-saham berkapitalisasi kecil, bergerak stagnan.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga mencatat penurunan 0,28 persen pada awal sesi perdagangan. Untuk pasar Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng berada di level 25.762, sedikit di atas penutupan sebelumnya yang tercatat di angka 25.679,78.

Sementara itu, pasar saham Jepang ditutup pada hari ini dalam rangka libur nasional.

Pergerakan pasar di Amerika Serikat (AS) semalam juga menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan. Ketiga indeks acuan utama di Wall Street mengalami koreksi akibat kombinasi sentimen negatif dari laporan OpenAI dan kenaikan harga minyak. Pelaku pasar juga masih menantikan laporan kinerja keuangan dari emiten teknologi besar yang tergabung dalam kelompok “Magnificent Seven”, serta hasil pertemuan kebijakan moneter terakhir yang dipimpin oleh Ketua The Fed, Jerome Powell.

Baca juga di sini: Petani Akui Penghasilan Naik, Rasakan Perubahan Besar Gara-Gara Ini

Indeks S&P 500 tercatat turun sebesar 0,49 persen dan ditutup pada level 7.138,80. Indeks Nasdaq Composite mengalami pelemahan yang lebih tajam, yaitu 0,9 persen, dan berakhir di angka 24.663,80. Indeks Dow Jones Industrial Average juga turut terkoreksi tipis sebesar 0,05 persen, dengan penutupan di posisi 49.141,93.