Bantahan Erin soal Penganiayaan: Aku Punya 14 Video Bukti Kelakuan Buruk ART

oleh -5 Dilihat
Bantahan Erin soal Penganiayaan: Aku Punya 14 Video Bukti Kelakuan Buruk ART

KabarDermayu.com – Rien Wartia Trigina, yang akrab disapa Erin, membantah keras tudingan melakukan penganiayaan terhadap asisten rumah tangga (ART). Mantan istri Andre Taulany ini mengklaim memiliki bukti kuat yang mendukung pernyataannya.

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di kawasan Senayan, Jakarta, pada Selasa, 5 Mei 2026, Erin memaparkan versinya mengenai duduk perkara. Ia menyajikan bukti berupa tangkapan layar dan rekaman CCTV yang diklaimnya menggambarkan situasi sebenarnya di kediamannya.

Menurut Erin, akar permasalahan justru terletak pada perilaku ART yang dianggapnya telah melanggar privasi. Ia mengungkapkan bahwa ART tersebut sering melakukan perekaman terhadap berbagai aktivitas di rumah, mulai dari kegiatan anak-anak, interior rumah termasuk area kolam renang, hingga detail kendaraan beserta plat nomor keluarga.

Bahkan, Erin menambahkan bahwa ART tersebut sempat menggunakan pakaian milik anak perempuannya tanpa izin. Situasi ini, lanjutnya, membuat anak-anaknya, Dio dan Kenzy, merasa tidak nyaman karena ruang pribadi mereka ikut terdokumentasi.

Menanggapi tuduhan penganiayaan, Erin dengan tegas menyanggahnya. “Tidak benar sama sekali (dugaan penganiayaan terhadap ART), saya punya bukti CCTV-nya,” ungkapnya.

“Tidak ada itu (penganiayaan terhadap ART), saya bicara dengan percaya diri,” tegas Erin lebih lanjut.

Ia juga menyatakan kesiapannya untuk menghadapi proses hukum jika diperlukan, dengan membawa bukti-bukti yang telah disiapkannya. “Saya bisa buktikan, ya saya ikuti proses hukum, saya punya buktinya semua CCTV isi satu rumah, total ada 14 video,” jelas Erin.

Erin membeberkan bahwa ART tersebut baru bekerja selama kurang lebih tiga minggu dan direkrut melalui rekomendasi seorang teman. Namun, ia mengaku kecewa dengan kinerja ART yang dianggapnya jauh dari harapan.

“Ada banyaklah (keluhan), kayak misalnya baju dan seprai kasur yang sampai 2 minggu nggak dicuci, saya tanya ‘ini kemana seprai? Kok belum dicuci?’, dia jawab ‘oh iya ini saya belum kerjain, masih ditumpuk’, jadi udah banyaklah keluhan,” ujar Erin.

“Dan saya punya bukti-bukti video seperti apa kerjaan dia di rumah,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Erin juga mengaku telah menyampaikan keluhannya kepada yayasan penyalur ART dan meminta agar dilakukan penggantian tenaga kerja. “Saya ada chat-nya semua (komunikasi dengan yayasan penyalur ART tersebut), pokoknya saya udah komplain, jadi saya pengin ganti dengan ART yang lebih baik lagi kerjaannya, karena perjanjiannya kalau memang cocok boleh diganti,” ungkap Erin.

“Ya jadi trauma kalau kayak gini,” lanjutnya.

Di sisi lain, kuasa hukum Erin, Sunan Kalijaga, menekankan pentingnya penyampaian tuduhan yang didasarkan pada bukti sah. Ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki hak yang sama di mata hukum, namun juga harus siap menghadapi konsekuensi apabila tidak dapat membuktikan pernyataannya.

“Saya sampaikan selaku penasihat hukum Erin, memang kalau Erin punya bukti-bukti yang berkaitan dengan kasus ini (bantahan terhadap tuduhan penganiayaan ART), ya kita juga harus menyampaikan klarifikasi, karena itu adalah hak, nggak bisa orang serta-merta bicara sembarangan, kita bicara semua orang punya hak yang sama di mata hukum,” ujar Sunan Kalijaga.

Baca juga: IHSG Menguat di Pembukaan, Bursa Asia Loyo

“Anda (ART) menyampaikan dipukul, ditendang, diancam pisau, ya silakan anda buktikan di proses penyidikan atau di proses hukum. Begitu juga klien kami, klien kami menyampaikan (klarifikasi) apa yang dia rasakan tidak pantas, tidak baik, tidak sopan, bahkan yang membahayakan keluarganya, sudah dibuktikan tadi. Jadi silakan bicara, tapi hati-hati, ketika kalian tidak bisa membuktikan, maka akan ada konsekuensi hukum,” tutupnya.