Penyalur Ungkap Alasan Erin Diduga Aniaya ART: Apakah Karena Jendela Terlambat Ditutup?

oleh -4 Dilihat
Penyalur Ungkap Alasan Erin Diduga Aniaya ART: Apakah Karena Jendela Terlambat Ditutup?

KabarDermayu.com – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang Asisten Rumah Tangga (ART) yang melibatkan nama Rien Wartia Trigina, atau yang lebih dikenal sebagai Erin, kembali mencuat dan menjadi perhatian publik.

Sorotan ini timbul setelah adanya laporan dari Nia Damanik, seorang penyalur ART. Nia mengaku menerima pengaduan langsung dari korban yang bernama Hera, yang diduga mengalami kekerasan fisik.

Menurut keterangan Nia, kejadian bermula dari sebuah panggilan telepon yang diterimanya pada sore hari. Dalam nada yang terdengar panik, Hera meminta bantuan untuk segera dijemput dari rumah tempatnya bekerja.

Hera mengklaim telah mengalami kekerasan fisik yang cukup serius. “Kemarin kan jam tiga sore, saya ditelepon. Dibilang gini ‘Halo kak, tolongin saya. Tolong jemput saya di sini. Saya di sini dipukul. Kepala saya dipukul pakai sapu’,” ujar Nia menirukan ucapan korban, seperti dikutip dari sebuah tayangan video di YouTube pada Jumat, 1 Mei 2026.

Dugaan awal yang beredar menyebutkan bahwa tindakan kekerasan tersebut dipicu oleh hal yang terkesan sepele, yaitu keterlambatan Hera dalam menutup jendela rumah.

Peristiwa ini diduga memicu kemarahan Erin, yang kemudian berujung pada tindakan fisik terhadap ART tersebut. “Katanya nggak bikin salah, cuma gara-gara telat nutup jendela, ditendang. Sambil jongkok, ditendang kepalanya,” tambah Nia.

Menanggapi situasi ini, Nia mengaku telah berusaha menghubungi mantan suami Erin, Andre Taulany. Tujuannya adalah untuk meminta klarifikasi atau bahkan bantuan terkait kasus tersebut.

Namun, Andre Taulany memilih untuk tidak terlibat langsung dalam persoalan ini. Ia menyarankan agar masalah tersebut diselesaikan melalui jalur hukum apabila memang terdapat bukti-bukti yang kuat. “Kata Pak Andre ‘Saya nggak ada hubungan. Kalo ada bukti, lapor aja ke polisi,'” ungkap Nia.

Upaya Nia untuk menjemput Hera secara langsung ke rumah Erin pun dilaporkan tidak berjalan lancar. Ia mengaku dihalangi oleh petugas keamanan dan tidak diizinkan masuk ke dalam rumah.

Kondisi ini semakin meningkatkan kekhawatiran Nia terhadap keselamatan dan keadaan korban. “Ya udah kita turutin. Kita lapor ke Polsek. Dari Polsek, kita didampingi datang ke situ,” tutur Nia.

Situasi dilaporkan menjadi semakin mencekam ketika Nia mengaku mendengar suara teriakan dari dalam rumah saat mencoba mendatangi lokasi bersama aparat kepolisian. Ia menduga korban mengalami tindakan kekerasan lanjutan.

“Nggak tahu dari dalam itu tolong, tolong, teriak-teriak dia. Ternyata katanya dicekik, dicakar. Kan kita bingung. Kita nggak dibukain pintu,” tambahnya.

Di sisi lain, Erin memberikan tanggapan terhadap tuduhan yang diarahkan padanya. Ia justru melaporkan balik pihak-pihak yang dianggap menyebarkan isu tersebut atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah.

Pihak kepolisian kini telah menerima laporan dari kedua belah pihak. Proses pendalaman terhadap bukti-bukti yang ada sedang dilakukan untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Baca juga di sini: Honda Tawarkan Diskon Motor Hingga Rp6 Juta Bulan Ini

Kasus ini masih berada dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Publik menantikan kejelasan mengenai peristiwa yang menjadi perbincangan luas ini.