BRI Dukung UMKM Tembus Pasar Internasional di Singapura

oleh -4 Dilihat
BRI Dukung UMKM Tembus Pasar Internasional di Singapura

KabarDermayu.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui program pemberdayaan UMKM ekspornya, berhasil membawa produk olahan buah salak dari PT Salaku Cara Enak Makan Salak (SALAKU) untuk berpartesipasi dalam pameran Food & Hospitality Asia (FHA) 2026 yang akan diselenggarakan di Singapura pada 21-24 April 2026.

Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris Y.S., menyatakan bahwa keikutsertaan SALAKU dalam FHA 2026 ini menunjukkan potensi besar UMKM Indonesia dalam menghasilkan produk bernilai tambah yang mampu bersaing di kancah internasional.

“SALAKU menjadi contoh bagaimana UMKM dapat berkembang melalui inovasi yang konsisten dan relevan dengan kebutuhan pasar,” ujar Alexander dalam keterangan resminya pada Minggu, 10 Mei 2026.

BRI memastikan bahwa pelaku usaha yang dibina tidak hanya siap dari sisi produk, tetapi juga memiliki kesiapan bisnis yang matang untuk memasuki pasar global melalui proses kurasi dan pendampingan.

“Ke depan, BRI akan terus memperkuat pemberdayaan UMKM agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing di pasar global,” tambahnya.

SALAKU adalah sebuah UMKM yang berasal dari Bekasi, berdiri sejak tahun 2016. Perusahaan ini berfokus pada inovasi produk berbasis salak dengan konsep zero waste. Mereka menciptakan camilan sehat seperti cookies sagu bebas gluten, sekaligus memberikan nilai tambah pada komoditas lokal.

Melalui program pemberdayaan BRI, SALAKU mendapatkan pendampingan yang memperkuat fondasi bisnisnya. Ini mencakup peningkatan kualitas produk, pengembangan kemasan, hingga kesiapan produksi untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Selanjutnya, mereka juga menerima pelatihan ekspor yang membekali pelaku usaha dengan pemahaman standar internasional dan strategi penetrasi pasar.

Shelly, pemilik SALAKU, mengungkapkan bahwa perjalanan membangun usahanya penuh tantangan, mulai dari keterbatasan produksi hingga upaya membangun pemahaman pasar terhadap produk berbasis salak.

“Perjalanan ini dimulai dari nol, dengan segala keterbatasan yang ada. Proses produksi dilakukan secara sederhana, eksperimen dilakukan berulang kali, dan kegagalan menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” kenang Shelly.

Namun, justru dari proses tersebut, mereka menemukan kekuatan utama yaitu inovasi yang konsisten dan keberanian untuk tampil berbeda.

“Kami tidak hanya ingin membuat produk yang enak, tetapi juga menciptakan nilai baik dari sisi kualitas, keberlanjutan, maupun dampak sosial bagi petani dan komunitas sekitar,” tegasnya.

Seiring perkembangannya, SALAKU kini mampu memproduksi ribuan produk setiap bulan. Produk unggulannya meliputi Browker Ori dan Cheese Sagu. Produk-produk ini dipasarkan melalui berbagai kanal, termasuk retail modern, toko oleh-oleh, marketplace, media sosial, dan jaringan reseller.

Untuk memudahkan transaksi, SALAKU juga memanfaatkan layanan transaksi digital BRI, seperti EDC, QRIS, dan BRImo.

Dalam partisipasinya di FHA 2026, SALAKU memanfaatkan momentum untuk memperkenalkan produknya melalui sesi sampling, edukasi, serta penjajakan kerja sama. Interaksi langsung dengan para buyer dan pelaku industri dari berbagai negara memberikan wawasan mengenai preferensi konsumen dan membuka peluang ekspansi ke pasar global.

“Selama pameran, kami merasakan langsung bagaimana produk olahan salak yang sebelumnya dianggap niche ternyata memiliki daya tarik kuat di pasar luar negeri. Terutama karena keunikan rasa dan konsep zero waste yang kami usung,” ujarnya.

Baca juga: Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Meluas ke Swiss dan Singapura

Ia menambahkan, interaksi dengan berbagai buyer, distributor, dan pelaku industri F&B dari berbagai negara juga memperkaya wawasan mereka mengenai tren dan kebutuhan pasar global.