Daikin Memilih Pendekatan Berbeda

oleh -7 Dilihat
Daikin Memilih Pendekatan Berbeda

KabarDermayu.com – Raksasa elektronik asal Jepang, Daikin, mengambil langkah berbeda dalam pendekatannya terhadap produk penyejuk ruangan (AC).

Alih-alih hanya berfokus pada fungsi pendinginan, Daikin secara aktif mengedukasi para profesional di bidang arsitektur, desain interior, serta kalangan mahasiswa.

Tujuannya adalah untuk menanamkan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan ekosistem tata udara yang ideal. Pendekatan ini melampaui sekadar kenyamanan, namun juga merangkul estetika keseluruhan ruang.

Wenky Handono, General Manager PT Daikin Airconditioning Indonesia, menyatakan bahwa partisipasi aktif dalam edukasi pasar merupakan bentuk komitmen yang tidak umum di industri ini. Komitmen inilah yang mendasari penyelenggaraan Daikin Designer Award (DDA) 2026.

Kompetisi DDA, yang telah bergulir sejak tahun 2020, lahir dari kesadaran akan perlunya sebuah platform bagi para arsitek dan desainer interior. Platform ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk berbagi visi mengenai ruang hidup ideal yang mampu menyeimbangkan estetika, kenyamanan, dan kesehatan.

“Melalui pengenalan solusi tata udara kepada arsitek dan desainer sejak tahap awal perencanaan, kami berharap dapat memicu inspirasi untuk menciptakan hunian dan bangunan komersial yang ideal,” ujar Wenky di Jakarta pada Kamis malam, 30 April 2026.

Ia menambahkan, fokusnya adalah pada bangunan yang tidak hanya memperhatikan nilai estetika, tetapi juga menciptakan kualitas tata udara yang baik di dalamnya.

Keselarasan antara keindahan desain dan kenyamanan tata udara inilah yang menjadi semangat utama di balik AC Daikin Home Central.

Dari sisi kenyamanan, solusi AC sentral yang ditawarkan untuk hunian dan bangunan komersial ini dilengkapi dengan beragam fitur yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik, sekaligus menghadirkan kesejukan udara.

Fitur-fitur tersebut mencakup sistem filtrasi berlapis yang efektif menghilangkan partikel berbahaya bagi kesehatan dari udara, serta kemampuan untuk mengatur tingkat kelembapan udara.

“Prioritas utama kami bukan hanya pada estetika desain, tetapi juga pada kenyamanan dan kesehatan penghuni melalui perancangan sistem tata udara yang terintegrasi,” tegas Wenky.

Daikin Designer Award (DDA) 2026 dibuka untuk peserta dari empat negara di kawasan ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Filipina. Kompetisi ini tidak hanya diperuntukkan bagi para profesional, tetapi juga menyambut partisipasi dari kalangan mahasiswa.

Setiap kategori peserta memiliki kesempatan untuk berkompetisi berdasarkan jenis aplikasi bangunan, yang meliputi bangunan hunian dan bangunan komersial kategori F&B (Food and Beverage).

Kompetisi ini tidak membatasi diri pada karya yang sudah terbangun, melainkan juga menerima rancangan konseptual baik dalam bidang arsitektur maupun desain interior.

Khusus untuk kategori karya yang sudah terbangun pada bangunan hunian, dengan mempertimbangkan perkembangan pesat hunian vertikal, kompetisi ini menyertakan sub-kategori untuk bangunan apartemen atau kondominium.

Dewan juri untuk DDA 2026 terdiri dari para pakar terkemuka. Dari Indonesia, Tan Tik Lam dan Cosmas Gozali akan bertindak sebagai juri di bidang arsitektur, didampingi oleh Alex Bayusaputro untuk desain interior, serta Wenky Handono yang mewakili Daikin.

Baca juga di sini: Program Perbaikan Rumah Warga oleh Triputra Agro Persada di Punan Malinau

Delegasi juri dari Malaysia dan Singapura meliputi IDr Tay Ei Ling dan IDr Henry Yew, sementara dari Filipina hadir IDr Cecil Ravelas.