Hubungan Jerman-AS Memburuk Akibat Kritik Wakil Kanselir atas Kebijakan Trump di Iran

oleh -5 Dilihat
Hubungan Jerman-AS Memburuk Akibat Kritik Wakil Kanselir atas Kebijakan Trump di Iran

KabarDermayu.com – Hubungan diplomatik antara Jerman dan Amerika Serikat dilaporkan mengalami ketegangan signifikan. Wakil Kanselir Jerman yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan, Lars Klingbeil, secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap strategi yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait penanganan isu Iran.

Kritik tersebut disampaikan Klingbeil dalam pidatonya pada peringatan Hari Buruh, 1 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyerukan agar Donald Trump segera mengambil langkah konkret untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung dengan Iran.

Menurut Klingbeil, Presiden Trump tampaknya memiliki persepsi bahwa penyelesaian konflik dengan Iran akan dapat dicapai dalam waktu singkat. Namun, kenyataannya berbeda. “Saya rasa dia benar-benar mengira ini hanya akan berlangsung dua atau tiga hari, lalu semuanya akan baik-baik saja,” ujar Klingbeil saat berpidato di kota Bergkamen, Jerman.

Ia menekankan bahwa saat ini adalah waktu bagi Trump untuk memikul tanggung jawab demi memastikan bahwa perang di Iran dapat segera diakhiri. Pernyataan ini mengindikasikan kekhawatiran Jerman terhadap eskalasi konflik dan dampaknya.

Baca juga di sini: Yovie Widianto dan Dinda Ghania Tuai Jutaan Pendengar Lewat Lagu dari Orkestra Budapest

Lebih lanjut, Klingbeil juga memberikan pembelaan terhadap Kanselir Jerman, Friedrich Merz, yang dalam beberapa hari terakhir menjadi sasaran kritik dari Presiden Trump. Klingbeil menegaskan bahwa Jerman tidak membutuhkan nasihat dari Donald Trump.

“Kami tidak butuh nasihat dari Donald Trump. Dia seharusnya melihat kekacauan yang sudah dia buat,” tegas Klingbeil. Ia menambahkan bahwa Trump seharusnya fokus pada upaya fasilitasi perundingan damai yang serius di Iran.

Kritik Klingbeil ini dilontarkan secara spesifik setelah Trump berulang kali melontarkan komentar yang dinilai merendahkan pemerintah federal Jerman dan posisi Kanselir. Hal ini menunjukkan adanya ketidakpuasan Jerman terhadap intervensi dan retorika AS.

Sebelumnya, hubungan kedua negara semakin memanas setelah Trump mengklaim pada hari Selasa bahwa Kanselir Jerman menganggap Iran diizinkan untuk memiliki senjata nuklir. Klaim ini secara langsung memperkeruh suasana diplomatik antara Berlin dan Washington.

Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Donald Trump juga menyindir Friedrich Merz, menyebut bahwa Kanselir Jerman tidak memahami situasi yang sebenarnya. Trump memperingatkan bahwa kepemilikan senjata nuklir oleh Iran dapat membahayakan keamanan dunia secara keseluruhan.