KabarDermayu.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, yang akrab disapa Kiki, menyatakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mengalami koreksi signifikan sebesar 18,49 persen sejak awal tahun 2026.
Namun, Kiki memberikan kabar baik dengan memastikan bahwa tren penguatan IHSG mulai terlihat pada awal Mei 2026. Pada tanggal 5 Mei 2026, IHSG tercatat mengalami penguatan sebesar 1,44 persen, berhasil mencapai level 7.057.
“Memasuki bulan Mei 2026 IHSG menunjukkan tren penguatan,” ujar Kiki dalam acara Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK II Tahun 2026 yang diselenggarakan di kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, pada Kamis, 7 Mei 2026.
Ia menambahkan bahwa per 5 Mei 2026, IHSG ditutup pada level 7.057, yang berarti terapresiasi sebesar 1,44 persen secara month-to-date.
Baca juga: Polisi Tangkap Pria yang Membantu Kiai Ashari Kabur
Selain memantau pergerakan IHSG, Kiki juga melaporkan perkembangan positif dalam pasar modal domestik. Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, dana yang berhasil dihimpun di pasar modal domestik menunjukkan pertumbuhan positif, mencapai total Rp 59,35 triliun.
Kontributor terbesar dari pencapaian ini berasal dari penerbitan obligasi dan sukuk, yang secara kumulatif mencapai Rp 58,92 triliun. “Pencapaian ini menunjukkan terjaganya minat fundraising di pasar modal Indonesia,” jelas Kiki.
Sejalan dengan pertumbuhan dana yang terhimpun, Kiki juga melaporkan adanya peningkatan positif pada jumlah investor di pasar modal Indonesia sepanjang kuartal I-2026. Hingga tanggal 5 Mei 2026, tercatat sebanyak 24,7 juta Identifikasi Investor Tunggal atau Single Investor Identification (SID) investor di pasar modal.
“Ini juga menjadi salah satu bukti kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia, dilihat dari banyaknya investor ritel domestik yang masuk pasar modal Indonesia,” pungkasnya.





