Industri Keuangan Perluas Jangkauan Calon Debitur dengan Skor Kredit Data Alternatif

oleh -6 Dilihat
Industri Keuangan Perluas Jangkauan Calon Debitur dengan Skor Kredit Data Alternatif

KabarDermayu.com – Industri keuangan di Indonesia kini mulai mengadopsi metode baru dalam penilaian kredit guna menjangkau lebih banyak calon debitur. Pendekatan ini memanfaatkan data alternatif untuk memberikan akses pembiayaan kepada masyarakat yang sebelumnya kesulitan mendapatkan kredit karena minimnya riwayat pinjaman formal.

PT Credit Bureau Indonesia (CBI) bekerja sama dengan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) telah mengembangkan sebuah sistem analitik inovatif. Sistem ini dirancang untuk mendukung sistem pembiayaan yang lebih inklusif, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan industri akan penilaian kredit yang tidak hanya luas tetapi juga aman bagi data pengguna.

Pendekatan berbasis data alternatif ini memungkinkan lembaga keuangan untuk menilai kelayakan kredit nasabah secara lebih komprehensif. Prinsip kehati-hatian dan perlindungan data menjadi prioritas utama dalam proses ini. Dengan demikian, lembaga pembiayaan dapat menjangkau segmen masyarakat yang sebelumnya kurang terlayani, seperti nasabah baru dalam dunia kredit (new-to-credit), pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta masyarakat dengan penghasilan informal.

“CBI sedang membangun generasi berikutnya dari infrastruktur biro kredit di Indonesia yang cepat, andal, dan responsif terhadap kebutuhan ekonomi digital,” ujar Presiden Direktur Credit Bureau Indonesia, Anton Adiwibowo. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Menurut CBI, kerja sama dengan IOH ini mencerminkan tren industri keuangan yang semakin mengandalkan teknologi analitik dan data alternatif. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas penilaian risiko kredit. Pendekatan ini dianggap mampu melengkapi model penilaian kredit konvensional yang selama ini sangat bergantung pada riwayat kredit formal.

Proses penilaian dilakukan dengan menggunakan analisis data yang telah dianonimkan dan diolah secara agregat. Data ini berasal dari indikator terkait telekomunikasi dan diproses dalam kerangka kerja yang aman serta menjaga privasi. CBI menegaskan bahwa tidak ada pertukaran data pribadi individu dalam proses ini.

Seluruh tahapan penilaian dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia. Hal ini mencakup kepatuhan terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) serta ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Anton Adiwibowo menambahkan bahwa kemitraan dengan IOH ini semakin memperkuat kapabilitas Bureau Telco Score. Selain itu, kerja sama ini juga meningkatkan cakupan analisis kredit di berbagai wilayah dan segmen pendapatan yang sebelumnya kurang terlayani. Semua dilakukan dengan pendekatan yang aman dan tetap menjaga privasi pengguna.

Hal tersebut memberikan lembaga keuangan alat yang lebih baik untuk melayani masyarakat dengan akses layanan keuangan terbatas secara bertanggung jawab. Lebih lanjut, inisiatif ini juga turut mendorong agenda inklusi keuangan di Indonesia.

Baca juga: IHSG Berpotensi Tertekan, Pantau 5 Saham Pilihan Hari Ini

Penggunaan data alternatif diperkirakan akan terus meluas di industri keuangan. Hal ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan untuk memperluas akses kredit bagi masyarakat yang belum terjangkau oleh layanan pembiayaan formal.