Iran Protes UEA, Tuduh Fasilitasi Kehadiran Militer AS-Israel

oleh -5 Dilihat
Iran Protes UEA, Tuduh Fasilitasi Kehadiran Militer AS-Israel

KabarDermayu.com – Kementerian Luar Negeri Iran melontarkan kecaman keras terhadap Uni Emirat Arab (UEA). Iran menuding UEA telah membuka pintu bagi kehadiran militer Amerika Serikat (AS) dan Israel di wilayahnya, sebuah langkah yang dinilai dapat mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Iran secara spesifik menyoroti Abu Dhabi sebagai pihak yang memberikan ruang bagi kekuatan militer AS dan Israel. Iran berpandangan bahwa tindakan ini berpotensi mengancam keamanan nasional Iran sekaligus merusak stabilitas regional.

Lebih lanjut, Iran dengan tegas membantah klaim yang dilontarkan oleh UEA mengenai peluncuran serangan rudal atau drone dari Iran ke wilayah UEA. Iran menyatakan bahwa tudingan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan merupakan informasi yang tidak berdasar.

Mengutip laporan dari Anadolu Agency pada Rabu, 6 Mei 2026, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa setiap langkah pertahanan yang telah diambil oleh negara mereka belakangan ini murni merupakan respons terhadap aktivitas AS di kawasan Timur Tengah.

Melalui pernyataan yang sama, Iran juga mendesak UEA untuk tidak terlibat dengan pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh Iran. Iran menegaskan kembali komitmennya terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip hubungan baik antar negara.

Dalam konteks yang sama, Iran juga menyatakan dengan tegas bahwa mereka berhak untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi melindungi kepentingan nasional dan keamanannya. Hak ini dianggap mutlak demi menjaga kedaulatan negara.

Sebelumnya, angkatan bersenjata Iran juga telah membantah melakukan serangan rudal atau drone terhadap UEA dalam beberapa hari terakhir. Bantahan ini disampaikan melalui laporan media pemerintah Iran, IRIB.

Baca juga: Rupiah Menguat Pasca Rilis Data Ekonomi Kuartal I

Menurut IRIB, yang mengutip pernyataan juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, tidak ada operasi militer semacam itu yang dilakukan oleh Iran. Jika memang ada tindakan militer yang dilakukan, hal tersebut pasti akan diumumkan secara jelas dan resmi oleh pihak berwenang.

Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya turut menolak tuduhan dari Kementerian Pertahanan UEA sebagai hal yang tidak berdasar. Ia juga memberikan peringatan keras, bahwa jika ada serangan terhadap Iran yang berasal dari wilayah UEA, maka Teheran akan memberikan balasan yang tegas dan akan menimbulkan penyesalan bagi pihak yang menyerang.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. Laporan mengenai serangan yang menargetkan UEA selama dua hari berturut-turut semakin memperkeruh suasana.

Otoritas UEA sendiri telah menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat gelombang rudal dan drone yang disebut diluncurkan dari Iran. Serangan sebelumnya dilaporkan bahkan memicu kebakaran besar di kawasan industri minyak Fujairah.

Ketegangan di kawasan ini semakin meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Tindakan ini kemudian dibalas oleh Teheran, yang berujung pada terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Sebuah gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April, yang dimediasi oleh Pakistan. Namun, perundingan yang diadakan di Islamabad belum berhasil mencapai kesepakatan jangka panjang. Kesepakatan tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang jelas.

Sejak tanggal 13 April, Amerika Serikat juga memberlakukan blokade laut yang secara spesifik menargetkan lalu lintas kapal-kapal Iran di jalur perairan yang sangat strategis tersebut.