Iran Siapkan Medan Perang Baru Jika Diserang AS dan Israel

oleh -4 Dilihat
Iran Siapkan Medan Perang Baru Jika Diserang AS dan Israel

KabarDermayu.com – Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, pada Minggu menyatakan bahwa Iran akan mempersiapkan medan perang baru jika Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan serangan militer terhadap negara tersebut.

“Jika musuh sekali lagi salah perhitungan dan memulai agresi terhadap Iran, mereka pasti akan menghadapi metode (perang) baru yang tidak terduga,” kata Akraminia, seperti dikutip oleh kantor berita Tasnim.

Ia menjelaskan bahwa metode baru ini akan mencakup penggunaan peralatan militer yang lebih modern dan canggih, serta penerapan taktik peperangan yang inovatif.

Lebih lanjut, Akraminia menekankan bahwa ancaman terbesar bagi musuh adalah medan pertempuran baru yang akan diciptakan oleh Iran.

“Dengan kata lain, perang akan mencapai tempat-tempat yang tidak dapat diperkirakan atau diperhitungkan musuh dalam rencana mereka,” tambahnya.

Selama periode gencatan senjata dengan Amerika Serikat, Iran dikabarkan terus berupaya memperkuat kemampuan militernya.

Hal ini meliputi pembaruan daftar target, penyesuaian pelatihan tempur sesuai dengan kondisi medan yang baru, serta peningkatan persenjataan baik defensif maupun ofensif.

Selain itu, Iran juga melakukan pengerahan ulang pasukan sesuai dengan kebutuhan strategis yang ada.

Sebelumnya, Komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga telah melayangkan peringatan kepada Amerika Serikat.

Peringatan tersebut terkait dengan kemungkinan serangan balasan terhadap kapal-kapal serta salah satu pusat militer AS di kawasan.

“Setiap agresi terhadap kapal tanker minyak dan kapal dagang Iran akan dibalas dengan serangan kuat terhadap salah satu pusat AS di kawasan dan kapal-kapal musuh,” demikian pernyataan Angkatan Laut IRGC di media sosial X.

Peristiwa ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel dilaporkan mulai melancarkan serangan terhadap target-target di Iran pada 28 Februari.

Kemudian, pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan kesepakatan gencatan senjata yang berlaku selama dua pekan.

Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad dilaporkan berakhir tanpa hasil yang konkret.

Meskipun tidak ada laporan mengenai dimulainya kembali permusuhan secara terbuka, Amerika Serikat disebut telah memulai blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Baca juga: Gaji 3 Juta, Bisa Sewa Pengacara, Mantan ART Ditanyai: Siapa di Balikmu?

Saat ini, para mediator internasional tengah berupaya untuk mengatur putaran baru perundingan antara kedua belah pihak.