Spanyol Enggan Bergabung dalam Proyek Keamanan Trump di Selat Hormuz, Khawatirkan Eskalasi

oleh -5 Dilihat
Spanyol Enggan Bergabung dalam Proyek Keamanan Trump di Selat Hormuz, Khawatirkan Eskalasi

KabarDermayu.com – Pemerintah Spanyol secara tegas menolak untuk bergabung dalam operasi militer apapun di Selat Hormuz. Madrid berpendapat bahwa tindakan militer justru berpotensi memicu konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.

Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, dalam sebuah wawancara yang ditayangkan pada Senin, 4 Mei 2026, menyatakan bahwa negaranya tidak akan berpartisipasi dalam operasi militer atau tindakan apa pun yang dapat meningkatkan eskalasi konflik.

“Kami menolak partisipasi dalam operasi militer dan segala tindakan yang dapat menyebabkan eskalasi. Hal ini harus dihindari dengan segala cara saat ini, karena risiko perang terus ada,” ujar Albares.

Menurutnya, solusi militer bukanlah jalan keluar untuk konflik di kawasan tersebut. Ia juga menilai bahwa saat ini tidak ada kondisi yang memungkinkan operasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Albares menggambarkan situasi di sekitar selat sebagai “blokade ganda” oleh Iran dan Amerika Serikat. Ia berpandangan bahwa kondisi status quo yang terjadi saat ini jelas tidak berkelanjutan.

“Selat Hormuz harus dibuka, secara bebas, aman, dan tanpa biaya. Tidak boleh ada pungutan,” tegasnya.

Madrid, lanjut Albares, terus berupaya mendorong jalur negosiasi sebagai satu-satunya solusi dari krisis yang terjadi. Ia mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran telah menghubunginya secara langsung untuk memberikan informasi terkini mengenai perundingan dan posisi Teheran.

Baca juga: Indonesia Tingkatkan Biodiesel, Mampukah Menggantikan Energi Fosil?

Spanyol juga memberikan dukungan penuh kepada Pakistan yang sedang berusaha memediasi antara pihak-pihak yang bersengketa.

Albares kembali menekankan bahwa tidak ada solusi militer bagi krisis ini, baik bagi Washington maupun Teheran. Ia mengungkapkan bahwa sehari sebelum konflik memanas, kedua negara masih terlibat dalam perundingan di Oman.

Informasi terbaru mengenai kontak tersebut dinilai cukup menggembirakan oleh Albares.

Sementara itu, pada 3 Mei, Presiden AS Donald Trump mengumumkan sebuah inisiatif yang diberi nama “Project Freedom”. Tujuannya adalah untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz agar dapat keluar dari wilayah tersebut.

Komando Pusat AS, United States Central Command (CENTCOM), menyatakan dukungan militer terhadap inisiatif ini. Dukungan tersebut mencakup kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, berbagai platform tanpa awak lintas domain, serta sekitar 15.000 personel militer.

Operasi ini dilaporkan telah dimulai sejak Senin pagi.