Iran Tolak Serahkan Uranium ke AS, Sebut Trump Bohong

oleh -4 Dilihat
Iran Tolak Serahkan Uranium ke AS, Sebut Trump Bohong

KabarDermayu.com – Iran secara tegas membantah klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai kesepakatan untuk memindahkan uranium yang diperkaya tinggi miliknya ke AS. Anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Behnam Saeedi, menyebut pernyataan Trump sebagai “kebohongan murni” dan menegaskan bahwa tidak ada uranium yang dikeluarkan dari negara tersebut.

Sebelumnya, Donald Trump menyatakan bahwa pemindahan uranium Iran ke Amerika Serikat akan menjadi salah satu syarat dalam kesepakatan kedua negara. Trump juga menolak kemungkinan Iran melanjutkan pengayaan uranium hingga tingkat 3,67 persen.

“Pernyataan Trump tentang penghapusan 400 kilogram uranium dari Iran adalah gertakan politik dan kebohongan murni. Tidak ada uranium yang dikeluarkan dari negara ini,” ujar Saeedi, seperti dikutip oleh ISNA.

Sebuah media berita Iran yang memiliki kaitan dengan angkatan bersenjata Iran juga turut membantah laporan yang menyatakan bahwa Teheran telah menyetujui penarikan uranium yang diperkaya dari negara tersebut sebagai bagian dari pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Defa Press, yang berafiliasi dengan militer Iran, merilis pernyataan pada hari Rabu bahwa isu penarikan uranium dari Iran telah sepenuhnya ditolak. Keputusan tersebut digambarkan sebagai “tidak dapat diubah” dan dikesampingkan dari setiap negosiasi diplomatik, mengutip informasi dari pejabat diplomatik senior Iran.

Media tersebut juga membantah laporan mengenai kesepakatan antara Iran dan AS terkait memorandum 14 poin yang bertujuan untuk mengakhiri konflik antara kedua negara. Hal ini digambarkan sebagai bagian dari kampanye media yang dilancarkan oleh “media yang terkait dengan keamanan musuh.”

Komentar-komentar ini muncul setelah laporan dari Axios yang menyebutkan bahwa Washington dan Teheran hampir mencapai kesepakatan terkait perang, sanksi, dan program nuklir Iran.

Pada tanggal 6 Mei 2026, Presiden AS Donald Trump kembali menekankan bahwa “Iran tidak boleh dan tidak akan memiliki senjata nuklir,” saat membahas negosiasi gencatan senjata dengan Iran. Trump mengklaim bahwa Iran telah menyetujui poin ini, bersama dengan berbagai hal lainnya, termasuk pengiriman uranium yang diperkaya tinggi milik Iran ke AS.

“Itu akan dikirim ke AS,” ujar Trump, seraya mengusulkan jangka waktu satu minggu untuk menyelesaikan negosiasi. Terdapat pula penyebutan mengenai kemungkinan kesepakatan yang tercapai sebelum kunjungan terjadwalnya ke China pada tanggal 14 hingga 15.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Pasar Global Beragam

Sementara itu, perwakilan negosiasi Iran membantah “hampir tercapainya kesepakatan” pada hari yang sama. Interpretasi dari bantahan ini menunjukkan bahwa pernyataan tersebut dibuat dengan mempertimbangkan kelompok garis keras domestik di Iran.