KAI Daop 3 Cirebon Ajak Anak Yatim Tahfidz Ngaji di Atas Kereta

oleh -6 Dilihat
KAI Daop 3 Cirebon Ajak Anak Yatim Tahfidz Ngaji di Atas Kereta

KabarDermayu.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon menciptakan momen yang menyentuh hati sekaligus inspiratif bagi para penumpang kereta api pada akhir pekan lalu. Melalui sebuah inisiatif unik bertajuk “Ngaji di Atas Kereta”, perusahaan transportasi pelat merah ini mengajak anak-anak yatim penghafal Al-Qur’an (tahfidz) untuk berinteraksi langsung di dalam gerbong yang sedang melaju.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (31/7/2026) ini dilakukan di atas rangkaian KA Kaligung dan KA Tegal Bahari. Suasana di dalam gerbong yang biasanya diisi dengan obrolan santai atau penumpang yang terlelap, mendadak berubah menjadi ruang syiar yang khusyuk dan penuh kedamaian saat lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an mulai terdengar.

Langkah KAI Daop 3 Cirebon ini bukan sekadar perjalanan rutin antar kota, melainkan upaya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus memberikan apresiasi kepada generasi muda penghafal Al-Qur’an. Program ini menjadi bukti nyata bahwa kereta api bukan sekadar moda transportasi fisik, melainkan ruang publik yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial yang bermanfaat.

Menghadirkan Nuansa Religius di Tengah Perjalanan

Selama perjalanan berlangsung, anak-anak yatim tahfidz yang dilibatkan dalam kegiatan ini melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bergantian. Para penumpang yang sedang berada di dalam rangkaian KA Kaligung dan KA Tegal Bahari tampak antusias dan khusyuk menyimak lantunan tersebut. Tidak sedikit penumpang yang terlihat memberikan apresiasi serta dukungan moral kepada anak-anak tersebut.

Kegiatan “Ngaji di Atas Kereta” ini memberikan warna baru bagi layanan KAI. Di tengah modernisasi sistem transportasi yang terus dikejar oleh PT KAI, sentuhan humanis dan religius seperti ini dianggap sangat efektif untuk meningkatkan kenyamanan psikologis penumpang. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak tahfidz untuk tampil dan menularkan semangat belajar agama di tempat yang tidak biasa.

Pihak KAI Daop 3 Cirebon menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Fokus utamanya adalah berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat luas mengenai pentingnya memuliakan para penghafal Al-Qur’an.

Dampak Positif bagi Penumpang dan Masyarakat

Kehadiran anak-anak tahfidz di atas kereta api tentu memberikan dampak positif bagi suasana perjalanan. Berikut adalah beberapa nilai tambah yang dirasakan selama kegiatan berlangsung:

  • Suasana yang Tenang: Lantunan ayat suci memberikan ketenangan tersendiri bagi para penumpang di tengah hiruk-pikuk perjalanan.
  • Inspirasi bagi Penumpang: Interaksi dengan anak-anak tahfidz menjadi motivasi bagi banyak penumpang untuk lebih mendekatkan diri pada nilai-nilai keagamaan.
  • Apresiasi Sosial: Memberikan ruang bagi anak-anak yatim untuk menunjukkan kemampuan mereka di depan khalayak luas, yang dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Kegiatan ini juga selaras dengan nilai-nilai budaya perusahaan PT KAI yang terus berupaya membangun hubungan harmonis dengan masyarakat di sepanjang lintas operasionalnya. Dengan melibatkan anak yatim, KAI menunjukkan kepedulian yang lebih mendalam terhadap aspek sosial kemasyarakatan di wilayah kerja Daop 3 Cirebon.

Komitmen KAI Daop 3 Cirebon ke Depan

Keberhasilan kegiatan “Ngaji di Atas Kereta” ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah operasi lainnya untuk menyelenggarakan kegiatan serupa. Mengintegrasikan nilai-nilai religi dengan layanan transportasi umum merupakan inovasi yang patut diapresiasi, terutama dalam menciptakan citra positif perusahaan di mata publik.

“Kegiatan ini adalah wujud syukur kami dan upaya untuk berbagi keberkahan dengan masyarakat, khususnya adik-adik kita dari panti asuhan tahfidz, agar perjalanan kereta api tidak hanya sekadar sampai ke tujuan, tetapi juga membawa kedamaian bagi semua yang berada di dalamnya,” ujar perwakilan KAI Daop 3 Cirebon.

Secara keseluruhan, inisiatif ini menunjukkan bahwa KAI Daop 3 Cirebon sangat peduli terhadap aspek sosial dan spiritual di lingkungan operasionalnya. Langkah ini membuktikan bahwa transportasi kereta api terus bertransformasi menjadi sarana yang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah terhadap berbagai kegiatan sosial yang positif bagi masyarakat luas.

Kegiatan yang berakhir dengan doa bersama tersebut meninggalkan kesan mendalam baik bagi pihak penyelenggara, anak-anak yatim, maupun para penumpang kereta api. Diharapkan, sinergi antara KAI dan elemen masyarakat seperti ini dapat terus berkelanjutan di masa depan, menjadikan perjalanan dengan kereta api selalu dinantikan karena kenyamanan dan nilai-nilai positif yang dihadirkannya.