KabarDermayu.com – Upaya mitigasi dampak musibah Kebakaran kapal terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep. Sebagai langkah preventif untuk menjamin keselamatan para penumpang, otoritas setempat telah menyiagakan 20 unit ambulans di kawasan Pelabuhan Kalianget guna memberikan respons cepat bagi korban KM. Mutiara Sentosa II yang berhasil dievakuasi.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa pengerahan armada medis ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat. Kesiapsiagaan ini mencakup kesiapan fasilitas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan fisik serta memberikan tindakan medis darurat segera setelah penumpang tiba di daratan.
“Langkah ini adalah bentuk kesiapsiagaan dan kepedulian kami terhadap para penumpang. Dengan adanya unit-unit ambulans yang bersiaga, setiap korban yang dibawa ke Sumenep dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis yang dibutuhkan,” ujar Fauzi pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Selain menyiagakan armada ambulans, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga telah membangun koordinasi lintas sektoral. Kolaborasi intensif dilakukan bersama otoritas pelabuhan, aparat keamanan, serta tim gabungan penanganan bencana guna memastikan alur evakuasi dan pemberian layanan kesehatan berjalan secara optimal dan terorganisir.
Insiden kebakaran KM. Mutiara Sentosa II sendiri dilaporkan terjadi di perairan Kabupaten Sumenep pada Minggu pagi. Kapal tersebut diketahui sedang dalam perjalanan rutin melayani rute pelayaran dari Surabaya menuju Makassar sebelum akhirnya mengalami musibah di tengah laut.
Berdasarkan data terkini dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) per Minggu pukul 18.00 WIB, proses evakuasi telah menyelamatkan 227 orang penumpang. Namun, insiden tragis ini juga mencatat adanya lima orang korban yang dinyatakan meninggal dunia.
Hingga saat ini, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung di lokasi kejadian. Upaya tersebut melibatkan berbagai aset laut, di antaranya:
- KN SAR 249 Permadi
- RIB Sumenep
- KRI Nala 363
- Sejumlah kapal niaga yang berada di sekitar lokasi kejadian
Kondisi perairan yang cukup dinamis menuntut koordinasi yang ketat antar tim di lapangan. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan evakuasi dari menit ke menit agar seluruh penumpang yang belum ditemukan dapat segera terjangkau oleh tim SAR gabungan.
Kejadian ini juga memantik perhatian dari berbagai pihak, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam pernyataannya, AHY menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah tersebut dan mendesak agar investigasi menyeluruh segera dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran kapal tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan evakuasi serta kondisi para korban yang kini berada dalam penanganan medis.





