Inflasi Juli 2026 Diprediksi Melambat 0,03%, Simak Analisis Ekonom

oleh -6 Dilihat
Inflasi Juli 2026 Diprediksi Melambat 0,03%, Simak Analisis Ekonom

KabarDermayu.com – Tekanan inflasi di Indonesia diprediksi akan mengalami pelonggaran yang cukup signifikan pada Juli 2026. Berdasarkan analisis terbaru dari Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, laju inflasi bulanan (month-to-month) diperkirakan hanya menyentuh angka 0,03 persen, jauh lebih rendah dibandingkan capaian Juni 2026 yang berada di level 0,44 persen.

Andry mengungkapkan bahwa proyeksi inflasi yang rendah ini mencerminkan stabilitas harga domestik yang terjaga sepanjang bulan Juli. Secara tahunan (year-on-year), inflasi pada periode yang sama diproyeksikan berada di kisaran 3,06 persen.

Dinamika Komoditas Pangan dan Kebijakan Pemerintah

Perlambatan inflasi ini didorong oleh interaksi antara penurunan harga pada kelompok bahan pangan bergejolak (volatile food) dan harga yang diatur pemerintah (administered price), yang mampu menahan laju kenaikan inflasi inti (core inflation).

Berikut adalah rincian pergerakan komponen inflasi menurut proyeksi tersebut:

  • Pangan Bergejolak: Diprediksi mengalami deflasi sebesar 1,12 persen (mtm). Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi Juni 2026 yang mencatatkan inflasi sebesar 0,14 persen. Penurunan harga cabai merah dan bawang merah menjadi faktor utama, seiring dengan berakhirnya masa puncak panen di berbagai daerah.
  • Harga Diatur Pemerintah: Kelompok ini diperkirakan mengalami inflasi tipis sebesar 0,10 persen (mtm), melambat signifikan dari 1,41 persen pada bulan sebelumnya. Normalisasi tekanan harga terjadi pasca penyesuaian harga BBM non-subsidi yang dilakukan pada Juni 2026.
  • Inflasi Inti: Diperkirakan mengalami sedikit peningkatan menjadi 0,29 persen (mtm) dari sebelumnya 0,23 persen. Kenaikan ini lebih didorong oleh faktor musiman, yakni biaya pendidikan yang meningkat seiring dengan dimulainya tahun ajaran baru sekolah.

“Kontribusi biaya uang sekolah diperkirakan menyumbang sekitar 0,06 poin persentase terhadap total inflasi bulanan,” ujar Andry dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (2/8/2026).

Antisipasi Pengumuman Resmi

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan akan merilis data resmi Inflasi Juli 2026 pada Senin, 3 Agustus 2026. Publik menantikan rilis ini sebagai acuan utama dalam melihat arah kebijakan ekonomi nasional ke depan.

Selain data inflasi, BPS juga akan memaparkan sejumlah indikator strategis lainnya. Di antaranya adalah data ekspor-impor Juni 2026, nilai tukar petani, perkembangan sektor pariwisata dan transportasi, serta hasil survei luas panen dan produksi padi maupun jagung hingga akhir Juni 2026.

Data-data tersebut nantinya akan memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi ekonomi Indonesia di tengah tantangan global dan domestik pada pertengahan tahun 2026.