Menkes Tegaskan Kematian Siti Zahra Maghfira Bukan Karena Jam Kerja

oleh -3 Dilihat
Menkes Tegaskan Kematian Siti Zahra Maghfira Bukan Karena Jam Kerja

KabarDermayu.com – Tragedi yang menimpa seorang dokter peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI), Siti Zahra Maghfira, telah memicu perhatian serius dari pemerintah. Sang dokter ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari lantai 18 sebuah apartemen di kawasan Kalibata City, Jakarta Selatan, pada Minggu, 26 Juli 2026.

Menanggapi peristiwa memilukan ini, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan klarifikasi tegas terkait penyebab di balik insiden tersebut. Ia menepis spekulasi publik yang menduga bahwa kematian sang dokter dipicu oleh beban kerja yang berlebihan selama menjalani masa magang di RS Sentra Medika Cisalak, Depok.

Bukan Akibat Beban Kerja

Budi Gunadi Sadikin secara eksplisit menyatakan bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya, insiden tersebut tidak memiliki kaitan dengan jam kerja atau tekanan profesional di rumah sakit tempat korban mengabdi. Menurut Menkes, permasalahan yang dihadapi oleh almarhumah lebih berkaitan dengan kondisi kesehatan jiwa.

“Itu bukan masalah jam kerja. Dia masalahnya karena ada masalah kejiwaan. Ada masalah kejiwaan,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin pada Kamis, 30 Juli 2026.

Pernyataan ini sekaligus menjadi upaya pemerintah untuk meluruskan narasi yang berkembang di masyarakat, di mana banyak pihak sempat mengaitkan kematian tenaga kesehatan dengan isu kelelahan akibat sistem kerja dalam program internship.

Perketat Screening Kesehatan Mental

Menyikapi temuan tersebut, Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk melakukan langkah preventif yang lebih ketat. Budi menegaskan bahwa mekanisme pemeriksaan kesehatan jiwa bagi seluruh peserta PIDI akan dipertegas guna mendeteksi potensi risiko sedini mungkin.

Langkah evaluasi dan penguatan sistem ini mencakup beberapa poin utama:

  • Edukasi dan Screening Rutin: Melakukan pemeriksaan psikologis yang lebih intensif sebagai instrumen pencegahan bagi para dokter muda.
  • Penegakan Aturan: Memastikan aturan mengenai screening kesehatan jiwa yang selama ini sudah tersedia, dijalankan dengan lebih disiplin dan komprehensif.
  • Deteksi Dini: Menjadikan hasil pemeriksaan psikologis sebagai acuan penting dalam memantau kesejahteraan mental peserta selama masa internship.

Budi menilai bahwa kesehatan mental merupakan aspek vital yang harus diperhatikan dalam lingkungan medis, terutama bagi dokter yang tengah menempuh pendidikan praktik klinis.

Kronologi Kejadian

Di sisi lain, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini. Kapolsek Pancoran, Komisaris Polisi Mansur, menjelaskan bahwa berdasarkan penyelidikan awal, korban diketahui tinggal bersama ibunya di unit apartemen tersebut.

Sebelum kejadian, sang ibu sempat mengajak korban untuk pergi ke mal, namun ajakan tersebut ditolak. Setelah ibunya meninggalkan unit apartemen, korban diketahui mengunci pintu dari dalam. Tak lama berselang, diduga korban melompat dari jendela lantai 18.

Hingga saat ini, penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti pendukung lainnya untuk memastikan motif di balik tindakan tersebut. Kasus ini pun menjadi refleksi bagi dunia medis nasional terkait pentingnya dukungan kesehatan mental bagi tenaga kesehatan.

Catatan: Bunuh diri bukanlah solusi. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan psikologis atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi tenaga profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan bantuan darurat kesehatan mental terdekat.