KabarDermayu.com – Tim bulutangkis Prancis secara mengejutkan berhasil mengukuhkan statusnya sebagai kekuatan baru dalam dunia bulutangkis setelah meraih kemenangan meyakinkan atas Indonesia di ajang Piala Thomas 2026.
Kemenangan ini bukan sekadar kejutan kecil, melainkan sebuah pembuktian bahwa Prancis kini bukan lagi sekadar tim pelengkap. Mereka berhasil menumbangkan Indonesia, negara yang memiliki sejarah panjang dan reputasi besar dengan 14 gelar juara, serta kekuatan merata di sektor tunggal.
Tim Prancis berhasil meraih empat kemenangan yang dibutuhkan untuk mengalahkan Indonesia. Hal ini menjadi pencapaian luar biasa mengingat kekuatan tim Merah Putih.
Toma Junior Popov, salah satu pemain kunci Prancis, mengungkapkan rasa bangganya atas performa yang ditunjukkan oleh seluruh rekan setimnya, terutama para pemain tunggal putra. Ia menyatakan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras dan dedikasi seluruh tim.
“Kami sangat bangga,” ujar Toma Junior Popov. “Leo (Rossi) dan Eloi (Adam) telah menunjukkan kemampuan luar biasa mereka di lapangan. Mereka berhasil meraih medali perak di Kejuaraan Eropa di Horsens, yang mungkin menjadi alasan tim menurunkan mereka di sektor ganda putra.”
Ia menambahkan, “Saya rasa kami telah menjalankan tugas kami dengan baik. Selamat untuk mereka dan semua pemain tunggal putra kami.”
Baca juga di sini: Dorongan Kadin untuk Pengusaha Lokal Tingkatkan Produksi Telur demi Program MBG
Kakak dari Toma Junior, Christo Popov, turut senada dalam mengungkapkan kebahagiaannya. Ia mengakui bahwa kemenangan ini terasa seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Christo membandingkan situasi saat ini dengan dua, tiga, atau empat tahun lalu.
“Kalau Anda bilang dua, tiga, atau empat tahun lalu bahwa kami bisa mengalahkan Indonesia, rasanya seperti—siapa yang bisa menang? Tapi hari ini kami benar-benar menunjukkan kemampuan kami sebagai tim,” ucap Christo.
Ia menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam kemenangan ini. Menurutnya, kemenangan tidak hanya diraih oleh individu, tetapi oleh seluruh tim secara kolektif. Bahkan, pemain yang tidak turun bertanding pun memberikan energi positif yang besar, terutama pada momen-momen krusial.
“Kami tidak hanya menang satu per satu, tapi menang sebagai tim. Bahkan yang tidak bermain pun memberi energi besar, terutama di momen krusial. Ini benar-benar pertandingan tim yang luar biasa, dan kami sangat bangga bisa menang bersama,” sambungnya.
Jalannya pertandingan sendiri sejak awal memang tidak berpihak kepada Indonesia. Jonatan Christie, salah satu andalan Indonesia, gagal mempertahankan momentumnya meskipun sempat bermain ketat di gim pertama. Ia akhirnya harus mengakui keunggulan Christo Popov dengan skor 21-19, 21-14.
Harapan sempat muncul kembali ketika Anthony Sinisuka Ginting bertarung sengit melawan Toma Popov. Meskipun sempat memimpin, Ginting harus menelan kekalahan dramatis dengan skor 22-20, 15-21, 20-22.
Pukulan telak kembali menghampiri Indonesia ketika Alex Lanier tampil solid dan berhasil mengalahkan Alwi Farhan dalam dua gim langsung, dengan skor 21-16, 21-19. Kemenangan ini semakin memperlebar jarak keunggulan Prancis.
Sebenarnya, peluang Indonesia belum sepenuhnya tertutup, terutama mengingat sektor ganda putra yang selama ini dikenal sebagai andalan. Namun, momentum pertandingan sudah sepenuhnya berpihak kepada Prancis.
Duet ganda putra Prancis, Eloi Adam dan Leo Rossi, yang secara peringkat jauh di bawah pasangan Indonesia, tampil tanpa beban dan menunjukkan performa yang mengejutkan.
Sebaliknya, pasangan Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, justru terlihat tertekan. Mereka harus kalah tipis dengan skor 21-19, 21-19. Hasil ini sekaligus memastikan kemenangan telak bagi tim Prancis dengan skor 4-0.
“Ini mungkin kemenangan paling penting untuk Prancis. Kami sangat senang, menang 4-0 atas Indonesia yang merupakan negara ikonik di bulu tangkis. Ini sangat berarti bagi kami dan menjadi tahun yang bagus untuk tim Prancis,” kata Adam.
Hasil gemilang ini menjadi sinyal kuat bahwa Prancis bukan lagi sekadar kuda hitam. Mereka kini telah membuktikan diri dan secara resmi masuk dalam peta persaingan bulutangkis elite dunia.





