SAKA Genjot Eksplorasi WK Pekawai, Buru Potensi Migas Baru

oleh -10 Dilihat
SAKA Genjot Eksplorasi WK Pekawai, Buru Potensi Migas Baru

KabarDermayu.com – PT Saka Energi Indonesia (SAKA), yang merupakan bagian dari subholding gas Pertamina, PGN, terus mengintensifkan langkah strategis dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Fokus utama perusahaan saat ini tertuju pada optimalisasi eksplorasi di Wilayah Kerja (WK) Pekawai yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur, sebagai langkah konkret untuk menemukan cadangan migas baru.

Langkah ini ditandai dengan rencana pengeboran sumur eksplorasi yang dijadwalkan berlangsung pada kuartal III-2026. Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, menegaskan bahwa pengeboran ini bukan sekadar pemenuhan komitmen, melainkan upaya terukur untuk membuka potensi hidrokarbon yang selama ini belum tergarap maksimal di wilayah tersebut.

Rekam Jejak dan Potensi Geologi

Sejak mendapatkan mandat dari pemerintah melalui SKK Migas pada 16 Mei 2018 dengan skema gross split, SAKA telah melakukan serangkaian studi mendalam pada WK Pekawai. Wilayah eksplorasi ini membentang seluas 1.555 km², yang mencakup baik area daratan (onshore) maupun lepas pantai (offshore).

Potensi WK Pekawai dinilai sangat menjanjikan karena karakteristik geologinya yang memiliki kesinambungan dengan Lapangan Manpatu yang dikelola oleh Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Data teknis menunjukkan bahwa sekitar 10 hingga 24 persen struktur Lapangan Manpatu melintasi area WK Pekawai. Hal ini memberikan indikasi kuat bahwa akumulasi hidrokarbon yang sudah terbukti di lapangan tetangga kemungkinan besar menerus hingga ke wilayah kerja yang dikelola oleh SAKA.

Sinergi dan Komitmen Eksplorasi

Dalam mematangkan rencana pengeboran, SAKA telah menempuh perjalanan panjang melalui kolaborasi strategis. Beberapa poin penting dalam perjalanan eksplorasi tersebut meliputi:

  • Identifikasi Prospek: Melalui studi geologi dan geofisika yang intensif, perusahaan berhasil memetakan dua prospek utama, yaitu Saka Manpatu (SM)-1 dan Prospek Hanna yang terletak di area lepas pantai.
  • Kolaborasi PHM: Sejak 2022, SAKA bersinergi dengan Pertamina Hulu Mahakam (PHM) untuk melakukan evaluasi bersama terhadap kedua prospek tersebut.
  • Perpanjangan Masa Eksplorasi: Pada 2024, perusahaan berhasil mendapatkan persetujuan Perpanjangan Jangka Waktu Eksplorasi (PJWE) yang berlaku hingga 15 Mei 2028, memberikan ruang gerak lebih luas bagi tim teknis untuk melakukan persiapan yang komprehensif.

“Melalui berbagai kegiatan eksplorasi yang dilakukan secara bertahap dan terukur, kami berupaya memaksimalkan potensi migas di wilayah kerja ini. Rencana pengeboran sumur eksplorasi menjadi salah satu tonggak penting untuk membuktikan potensi sumber daya yang ada sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut,” ujar Fuji Koesumadewi.

Target Pengeboran dan Masa Depan

Sebagai tindak lanjut dari persetujuan PGN yang diperoleh awal tahun 2026, SAKA kini fokus pada persiapan pengeboran sumur appraisal SM-1. Sumur ini diproyeksikan mencapai kedalaman sekitar 12.000 kaki sebagai bagian dari pemenuhan komitmen pasti eksplorasi perusahaan.

Keberhasilan pengeboran ini diharapkan tidak hanya membuktikan adanya cadangan migas, tetapi juga membuka pintu bagi skema unitisasi dengan PHM. Selain kegiatan pengeboran, SAKA juga sedang menyelesaikan survei geologi dan geokimia di area darat yang ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2026.

Baca juga: Bentrokan Imigran di Ceuta: PM Spanyol Kritik Egoisme Eropa

Posisi strategis WK Pekawai yang diapit oleh lapangan-lapangan produktif seperti E. Mandu dan Jempang Metulang semakin menempatkan wilayah ini sebagai aset krusial bagi portofolio SAKA. Dengan langkah-langkah yang terstruktur, perusahaan optimistis dapat memberikan kontribusi signifikan bagi ketersediaan energi di Indonesia melalui penemuan cadangan baru di masa depan.