Simbolisme Relasi Manusia dan Alam dalam Karya Mang Moel di Art Jakarta Gardens

oleh -5 Dilihat
Simbolisme Relasi Manusia dan Alam dalam Karya Mang Moel di Art Jakarta Gardens

KabarDermayu.com – “Tentacles of Wealth” adalah sebuah karya seni instalasi yang memadukan simbolisme alam dengan refleksi kehidupan modern, khususnya terkait pertumbuhan dan ketahanan.

Istilah ini merujuk pada gambaran tentakel gurita yang menjulur ke berbagai arah sebagai metafora cara manusia membangun dan mengembangkan “kekayaan”—baik dalam arti finansial maupun pengalaman hidup. Mari kita selami lebih dalam!

Dalam konteks ini, kekayaan tidak dipahami sebagai sesuatu yang instan, melainkan hasil dari proses berkelanjutan yang melibatkan adaptasi, diversifikasi, serta kemampuan untuk bangkit dari kehilangan.

Dalam Art Jakarta Gardens 2026 yang berlangsung pada 5–10 Mei 2026 di Hutan Kota by Plataran, konsep tersebut diwujudkan melalui instalasi karya Mulyana, yang dikenal dengan nama Mang Moel. Seniman asal Bandung yang kini menetap di Yogyakarta ini kembali menegaskan identitas artistiknya melalui medium rajutan yang unik dan penuh makna.

Berikut lima fakta unik yang menjadikan karya ini layak mendapat sorotan:

1. Berakar dari Sosok Ikonik “The Mogus”

“Tentacles of Wealth” merupakan pengembangan narasi dari karya sebelumnya, yaitu Monster Gurita Sigarantang (The Mogus). Sosok gurita dalam karya ini terinspirasi dari keindahan bawah laut Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur. Visual gurita yang dihadirkan bukan sekadar bentuk biologis, tetapi juga representasi emosi dan pengalaman manusia yang kompleks.

2. Rajutan sebagai Medium Seni Kontemporer

Mang Moel mengangkat teknik merajut—yang sering diasosiasikan dengan aktivitas domestik—menjadi medium ekspresi artistik bernilai tinggi. Ia membalik persepsi umum dengan menjadikan rajutan sebagai karya instalasi berskala besar yang penuh detail, tekstur, dan kedalaman visual.

3. Pendekatan Modular yang Megah

Karya ini dibangun melalui pendekatan modular, yakni menyusun elemen-elemen kecil menjadi struktur besar. Meskipun tampak megah, setiap bagian tetap menyimpan jejak sentuhan tangan manusia. Hal ini menciptakan keseimbangan antara kompleksitas visual dan keintiman proses kreatif.

4. Simbolisme Kuat tentang Relasi Manusia dan Alam

Proses merajut yang membutuhkan ketelatenan dan kesabaran dimaknai sebagai metafora hubungan manusia dengan alam. Setiap simpul dan sambungan mencerminkan proses bertumbuh, beradaptasi, dan bertahan—nilai yang relevan dalam kehidupan modern.

5. Representasi Filosofi Investasi dan Ketahanan

Yang membuat karya ini semakin menarik adalah narasi filosofis di baliknya. Sosok gurita dengan banyak tentakel dimaknai sebagai simbol diversifikasi dalam investasi, sekaligus kemampuan untuk bangkit dari kehilangan. Konsep ini memperluas makna karya, tidak hanya sebagai objek visual, tetapi juga refleksi tentang strategi membangun kekayaan secara berkelanjutan.

Di balik interpretasi tersebut, terdapat pandangan mendalam mengenai bagaimana investasi dipandang sebagai sistem yang mampu berkembang dan beregenerasi. Lewat kehadirannya di komunitas kesenian dan berbagai inisiatif lainnya, Bibit dan Stockbit terbukti menegaskan diri sebagai perusahaan favorit masyarakat Indonesia dalam mewujudkan tujuan keuangan mereka.

Baca juga: Trump Beri Iran Tenggat 48 Jam untuk Sepakati Perjanjian atau Hadapi Ancaman Serangan Militer

“Secara sederhana, gurita yang memiliki banyak tentakel melambangkan pentingnya diversifikasi dalam berinvestasi. Selain itu, kehadiran The Mogus lewat sosok gurita yang dapat mereproduksi dirinya sendiri saat tentakelnya putus mewakili semangat, ketahanan, dan keyakinan dalam berinvestasi. Apalagi, di tengah kondisi geopolitik yang dinamis seperti hari ini, kehilangan bukanlah akhir dari segalanya. Saat tentakelnya putus, gurita menumbuhkannya kembali dan menjadi lebih kuat, peka, dan menjangkau. Setiap investor pasti pernah menghadapi kemunduran dan keadaan yang tidak sesuai harapan. Tetapi, Stockbit dan Bibit percaya bahwa investor sejati tidak mundur dan justru beregenerasi. Kekayaan tidak hanya dibangun di saat-saat baik, tetapi terus dibangun ulang dari setiap kehilangan, pelajaran, dan ‘tentakel’ yang tumbuh kembali,” jelas William, Head of PR & Corporate Communication.