Tiga Pilar Strategis Wiyagus untuk Pendidikan Berkualitas di Peringatan Hardiknas

oleh -5 Dilihat
Tiga Pilar Strategis Wiyagus untuk Pendidikan Berkualitas di Peringatan Hardiknas

KabarDermayu.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya tiga fondasi strategis untuk mewujudkan pendidikan bermutu di Indonesia. Penekanan ini disampaikan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026.

Menurut Wiyagus, perubahan pola pikir, mentalitas, dan orientasi misi adalah kunci utama keberhasilan kebijakan pendidikan nasional. Ketiga aspek ini mutlak diperlukan agar program prioritas pemerintah tidak hanya menjadi dokumen administratif semata, melainkan benar-benar memberikan dampak yang signifikan.

“Tanpa ketiganya, semua kebijakan itu hanya akan berhenti sebagai program dan formalitas yang sekadar ditandai dengan capaian angka-angka kuantitatif,” ujar Wiyagus saat membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) pada upacara Hardiknas 2026 di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta.

Dalam amanatnya, Wiyagus menjelaskan bahwa Kemendikdasmen telah merancang lima kebijakan utama sebagai fondasi strategis untuk mencapai pendidikan bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kurun waktu 18 bulan terakhir. Kebijakan ini bertajuk “pendidikan bermutu untuk semua”.

Baca juga: Arne Slot Akui Kekalahan dari MU, Inter Milan Rayakan Scudetto

Lima kebijakan tersebut meliputi revitalisasi dan digitalisasi di lebih dari 288.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Selain itu, ada pula program peningkatan kualifikasi dan kesejahteraan bagi 150.000 guru penerima beasiswa pada tahun 2026.

Penguatan karakter siswa juga menjadi fokus penting melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Lingkungan sekolah yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) juga turut digalakkan.

Untuk mengukur mutu pendidikan, akan dilakukan pengukuran melalui Tes Kemampuan Akademik serta gerakan literasi dan numerasi. Terakhir, kebijakan ini mencakup perluasan akses layanan pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Wiyagus menambahkan, implementasi pendekatan Pembelajaran Mendalam atau deep learning sebagai program prioritas hanya dapat terwujud jika seluruh ekosistem pendidikan bergerak secara sinergis. Ekosistem ini meliputi sekolah, keluarga, masyarakat, dan media massa.

Ia berharap seluruh komponen tersebut dapat berkolaborasi dengan semangat yang sama untuk mendukung keberhasilan program pendidikan.

Sejalan dengan itu, Wiyagus mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk kembali menghidupkan semangat pendidikan nasional seperti yang telah dirintis oleh Ki Hajar Dewantara. Ia menekankan bahwa hakikat pendidikan adalah proses memanusiakan manusia.

Proses memanusiakan ini harus dijalankan dengan ketulusan dan penuh kasih sayang. Semangat inilah yang diharapkan dapat membimbing generasi penerus bangsa.

Di akhir amanatnya, Wiyagus menegaskan bahwa Kemendikdasmen tidak dapat bekerja sendiri dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan.

Pihak-pihak tersebut meliputi masyarakat luas, dunia usaha, mitra pembangunan baik dari dalam maupun luar negeri, serta pemerintah daerah. Dalam konteks ini, peran Kemendagri menjadi krusial dalam menyinergikan hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” tutup Wiyagus.