Panen Ubi Jalar Varietas Unggul di TEFA ATPH SMKN 1 Losarang

oleh -3 Dilihat
Panen Ubi Jalar Varietas Unggul di TEFA ATPH SMKN 1 Losarang

KabarDermayu.com – Inovasi di bidang pertanian kembali ditunjukkan oleh generasi muda Indramayu, kali ini datang dari lingkungan pendidikan vokasi yang membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.

Siswa Kelas XII Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) SMKN 1 Losarang berhasil membuktikan kapabilitas mereka melalui program Teaching Factory (TEFA). Meski harus berhadapan dengan karakteristik lahan pesisir yang cenderung kritis, mereka mampu memanen ubi jalar varietas unggul dengan hasil yang memuaskan.

Keberhasilan ini menjadi sorotan karena wilayah Losarang secara geografis memiliki tantangan tersendiri dalam sektor pertanian. Kondisi tanah yang berpasir dan kadar salinitas yang cukup tinggi di kawasan pesisir seringkali menjadi kendala bagi petani konvensional. Namun, melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, para siswa mampu mengolah lahan tersebut menjadi produktif.

Penerapan Teknologi Pertanian dalam Program TEFA

Program Teaching Factory atau TEFA sendiri merupakan model pembelajaran di SMK yang berbasis pada standar industri. Melalui program ini, siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga mempraktikkan proses produksi nyata layaknya di dunia usaha yang sesungguhnya.

Dalam proyek budidaya ubi jalar ini, para siswa menerapkan serangkaian teknik pertanian modern. Beberapa tahapan krusial yang dilakukan meliputi:

  • Analisis struktur tanah untuk menentukan kebutuhan nutrisi spesifik.
  • Pemilihan bibit varietas unggul yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap cuaca panas.
  • Penerapan sistem irigasi yang efisien untuk menjaga kelembapan tanah di area pesisir.
  • Penggunaan pupuk organik untuk memperbaiki kualitas struktur tanah secara berkelanjutan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa lahan kritis bukan berarti lahan yang tidak bisa diolah. Dengan teknik yang tepat dan ketelatenan, tanah pesisir pun bisa memberikan hasil panen yang melimpah,” ujar salah satu perwakilan siswa di sela-sela kegiatan panen.

Pentingnya Revitalisasi Pertanian di Indramayu

Indramayu selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Namun, tantangan perubahan iklim dan degradasi lahan menuntut adanya inovasi baru. Langkah SMKN 1 Losarang ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan ketahanan pangan melalui sektor agribisnis yang lebih variatif.

Ubi jalar dipilih bukan tanpa alasan. Tanaman ini dikenal memiliki ketahanan yang baik dan nilai ekonomis yang stabil. Selain itu, ubi jalar merupakan komoditas pangan alternatif yang sangat baik untuk mendukung diversifikasi pangan di masyarakat.

Keberhasilan panen kali ini juga menjadi bukti nyata bahwa kurikulum vokasi telah berhasil mengintegrasikan kebutuhan industri dengan praktik lapangan. Para siswa tidak hanya belajar cara menanam, tetapi juga belajar mengelola manajemen pertanian dari hulu ke hilir, termasuk dalam hal pengemasan dan pemasaran hasil panen.

Membangun Mentalitas Wirausahawan Muda

Pihak sekolah berharap, pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga bagi para siswa setelah lulus nanti. Banyak di antara mereka yang diharapkan tidak hanya menjadi pekerja, melainkan menjadi wirausahawan muda di bidang pertanian yang mampu menggerakkan ekonomi lokal.

“Pendidikan vokasi harus mampu menjawab tantangan zaman. Dengan TEFA, siswa kami diajak untuk berpikir kreatif dalam mencari solusi atas masalah lahan yang ada, sehingga mereka siap terjun ke dunia kerja dengan mentalitas yang kuat,” ungkap perwakilan pihak sekolah.

Ke depan, SMKN 1 Losarang berencana untuk terus mengembangkan area TEFA ini dengan berbagai komoditas lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Keberhasilan panen ubi jalar ini diharapkan dapat memotivasi sekolah-sekolah lain di Indramayu untuk lebih berani berinovasi dalam mengelola potensi lahan di sekitar mereka.

Dengan semangat kolaborasi antara siswa, guru, dan dukungan teknologi pertanian, masa depan sektor agribisnis di Indramayu tampak semakin cerah. Prestasi ini membuktikan bahwa kreativitas dan ilmu pengetahuan adalah kunci utama untuk mengubah tantangan menjadi peluang ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.