KabarDermayu.com – Upaya untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar naik kelas di era transformasi digital terus digencarkan oleh pemerintah. Langkah strategis terbaru dilakukan melalui kolaborasi antara Kementerian UMKM dengan platform e-commerce Tokopedia dan TikTok Shop dalam menghadirkan pendampingan komprehensif bagi para pengusaha lokal.
Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza, menyatakan bahwa pendampingan yang menyasar aspek legalitas usaha serta pelatihan pembuatan konten video kreatif menjadi kunci utama dalam mendongkrak daya saing pelaku usaha mikro. Fokus ini dianggap krusial untuk memastikan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan pola konsumsi masyarakat modern.
Dalam acara Kemudahan Usaha Mikro Bermitra (Kumitra) Jambore 2026 yang berlangsung di Teras Malioboro, Yogyakarta, Helvi menyoroti efektivitas platform digital. Data menunjukkan bahwa optimalisasi sesi TikTok LIVE dan video pendek terbukti sangat ampuh dalam menarik minat pembeli, dengan catatan kenaikan pesanan masing-masing mencapai 59 persen dan 135 persen.
Helvi memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi yang ditunjukkan oleh Tokopedia dan TikTok Shop. Menurutnya, keterlibatan pihak swasta melalui ekosistem yang terintegrasi sangat membantu pemerintah dalam membangun kapabilitas bisnis yang berkelanjutan bagi para pelaku UMKM di seluruh tanah air.
“Platform e-commerce seperti Tokopedia dan TikTok Shop adalah mitra strategis dalam penguatan UMKM. Transformasi digital harus berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi bisnis agar semakin banyak pengusaha yang dapat berjualan dengan nyaman, berdaya saing, dan tumbuh berkelanjutan,” ujar Helvi dalam keterangannya pada Jumat, 24 Juli 2026.
Senada dengan hal tersebut, Senior Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Vonny Susamto, mengungkapkan bahwa wilayah Yogyakarta memiliki potensi ekonomi digital yang luar biasa. Dengan keberadaan lebih dari 347 ribu UMKM, di mana mayoritas merupakan usaha mikro, dukungan pelatihan menjadi langkah vital untuk mengoptimalkan potensi tersebut.
Program “Waktunya STARt! Jadi Juragan UMKM: #JualanNyaman bersama Tokopedia & TikTok Shop” dirancang untuk membekali pelaku usaha dengan keterampilan praktis. Berikut adalah beberapa poin utama dalam pendampingan tersebut:
- Pelatihan intensif pembuatan konten video pemasaran yang menarik dan autentik.
- Panduan teknis pengurusan legalitas usaha, termasuk pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).
- Edukasi mengenai strategi discovery commerce, di mana konten inspiratif menjadi penentu utama keputusan belanja konsumen.
Vonny menambahkan bahwa di era discovery commerce, keterampilan membuat konten tidak lagi bisa diabaikan. Keputusan belanja konsumen saat ini banyak dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat melalui layar ponsel, sehingga kemampuan UMKM dalam menyajikan konten yang inspiratif menjadi senjata baru untuk memenangkan pasar.
Pemanfaatan fitur digital yang masif juga terlihat dari statistik pada kuartal pertama tahun 2026. Tercatat jumlah sesi LIVE meningkat sebesar 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan antusiasme para penjual dan afiliator dalam memanfaatkan kanal digital untuk memperluas jangkauan pasar mereka.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang kokoh, di mana pengusaha mikro tidak lagi merasa terasing oleh teknologi, melainkan mampu menjadikannya sebagai alat untuk bertumbuh. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan platform digital, UMKM diharapkan menjadi pilar ekonomi yang lebih tangguh dan adaptif menghadapi tantangan zaman yang kian dinamis.





