KabarDermayu.com – Perjalanan sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sering kali dimulai dari ide sederhana yang berangkat dari keresahan akan potensi lokal. Hal inilah yang dialami oleh Bambwi Rumiyati, sosok di balik kesuksesan jenama oleh-oleh khas Demak, Bambwi Jaya, yang kini berhasil menembus pasar yang lebih luas berkat dukungan strategis dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Kisah inspiratif ini bermula pada tahun 2019, ketika Rumiyati mengamati minimnya variasi buah tangan yang mampu merepresentasikan identitas daerah Demak secara kuat. Ia melihat peluang besar pada komoditas buah belimbing, ikon pertanian lokal yang melimpah namun belum banyak diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Berbekal ketertarikan dan keahlian yang ia miliki, Rumiyati mulai bereksperimen menciptakan Brownies Mocaf Belimbing. Produk ini tidak hanya menonjolkan cita rasa unik dari perpaduan tepung mocaf—sebuah alternatif tepung bebas gluten yang menyehatkan—dengan kesegaran buah belimbing, tetapi juga menyasar segmen konsumen yang kian peduli pada kesehatan dan pola makan tinggi serat.
Namun, jalan menuju kesuksesan tidak selalu mulus. Badai pandemi Covid-19 sempat menghantam operasional bisnisnya, memaksa Rumiyati untuk memutar otak agar usahanya tetap bertahan. Meski sempat mengalami penurunan penjualan, ia tidak menyerah. Memasuki tahun 2023, Rumiyati melakukan restrukturisasi bisnis secara bertahap, memperkuat fundamental operasional, hingga akhirnya berhasil membawa Bambwi Jaya ke level yang lebih matang.
Dalam fase pengembangan ini, Rumiyati menyadari bahwa ia membutuhkan mitra keuangan yang lebih dari sekadar penyedia modal. Ia kemudian menjatuhkan pilihan kepada BRI. Baginya, pendampingan yang diberikan oleh petugas BRI terasa sangat personal; mulai dari kemudahan akses perbankan, keramahan pelayanan, hingga kesediaan pihak bank untuk memahami kendala teknis yang dihadapi di lapangan.
“Saya sudah lama menjadi nasabah BRI. Petugas BRI bukan hanya menawarkan produk, tetapi juga benar-benar mau mendengarkan kebutuhan usaha kami. Respon yang cepat saat kami membutuhkan informasi atau solusi atas kendala bisnis adalah alasan utama mengapa saya terus percaya mengembangkan usaha bersama BRI,” ungkap Rumiyati.
Titik balik penting dalam perjalanan bisnisnya terjadi saat ia diperkenalkan dengan Rumah BUMN BRI Demak pada tahun 2020. Wadah pembinaan ini menjadi katalisator utama bagi Bambwi Jaya untuk “naik kelas”. Melalui program pendampingan yang terstruktur, Rumiyati mendapatkan akses ke berbagai ilmu krusial, di antaranya:
- Penataan administrasi keuangan agar lebih profesional.
- Pengembangan desain kemasan produk agar lebih menarik di pasar modern.
- Optimasi pemasaran digital untuk menjangkau konsumen di luar wilayah Demak.
- Partisipasi dalam program bergengsi seperti BRI Incubator dan Brilianpreneur untuk memperluas jejaring bisnis.
Rumiyati mengakui bahwa pendampingan berkelanjutan dari Rumah BUMN BRI telah mengubah cara pandangnya dalam mengelola bisnis. Kini, produknya tidak lagi sekadar oleh-oleh lokal, melainkan barang dagangan yang kompetitif dan siap bersaing di pasar yang lebih luas. Selain itu, integrasi sistem pembayaran digital seperti QRIS dan aplikasi BRImo telah membuat operasional harian menjadi jauh lebih efisien dan memudahkan transaksi pelanggan.
Dampak positif dari pemberdayaan ini pun dirasakan langsung oleh lingkungan sekitar. Bambwi Jaya kini telah mampu menyerap tenaga kerja lokal, memberikan lapangan pekerjaan bagi tiga orang yang membantu proses produksi hingga operasional sehari-hari. Hal ini membuktikan bahwa pemberdayaan UMKM memiliki efek domino yang luas bagi ekonomi kerakyatan.
Menanggapi keberhasilan tersebut, pihak BRI melalui Corporate Secretary, Dhanny, menegaskan bahwa UMKM memang memerlukan ekosistem pendukung yang komprehensif. BRI tidak hanya berfokus pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga pada pembukaan ruang pembelajaran dan perluasan akses pasar agar pelaku usaha bisa lebih adaptif menghadapi tantangan zaman.
Hingga Mei 2026, BRI tercatat telah mengelola 54 Rumah BUMN di seluruh penjuru Indonesia dengan lebih dari 18 ribu pelatihan yang telah diselenggarakan. Komitmen ini diharapkan terus menjadi motor penggerak bagi UMKM di tanah air untuk terus tumbuh, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi nasional.





