Kunjungi KEK Sei Mangkei, IMT-GT Perkuat Hilirisasi Kelapa Sawit

oleh -2 Dilihat
Kunjungi KEK Sei Mangkei, IMT-GT Perkuat Hilirisasi Kelapa Sawit

KabarDermayu.com – Kementerian Pertanian (Kementan) secara resmi menutup rangkaian agenda internasional “The 19th Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Working Group on Agriculture and Agribusiness (WGAA) Meeting” dengan mengajak para delegasi meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara, pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Kunjungan strategis ini juga menjadi bagian dari agenda “The 4th Project Implementation Team (PIT) Palm Oil Cooperation Meeting”. Langkah ini diambil untuk menunjukkan komitmen nyata Indonesia dalam mengelola industri kelapa sawit yang terintegrasi, mulai dari hulu hingga ke hilir, serta mempromosikan praktik berkelanjutan di tingkat regional.

Senior Executive Vice President (SEVP) Operation PT KINRA, Kennedy NP Sibarani, menjelaskan bahwa KEK Sei Mangkei dirancang sebagai pusat industri terpadu yang berfokus pada ekspor. Kawasan ini diproyeksikan menjadi model utama pengembangan hilirisasi komoditas perkebunan yang mampu mendongkrak nilai tambah produk, sekaligus menjadi magnet bagi investasi asing serta memperluas kolaborasi internasional.

“KEK Sei Mangkei hadir sebagai bukti nyata hilirisasi komoditas perkebunan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai tambah, tetapi juga berperan strategis dalam menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja melalui kemitraan global,” ujar Kennedy.

Dalam lawatan tersebut, para delegasi dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand berkesempatan menyaksikan langsung alur pengolahan industri kelapa sawit di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Mangkei. Mereka mendapatkan paparan mendalam mengenai transformasi tandan buah segar menjadi minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dengan standar operasional yang mengedepankan efisiensi produksi.

Selain aspek pengolahan, para peserta juga meninjau langsung proses sortasi kelapa sawit. Praktik ini diperkenalkan sebagai upaya Indonesia untuk membagikan standar terbaik dalam pengelolaan industri kelapa sawit yang transparan dan efisien kepada mitra-mitra di kawasan IMT-GT.

Tidak hanya berfokus pada kelapa sawit, delegasi juga diajak menjelajahi potensi diversifikasi industri perkebunan lainnya. Mereka diperkenalkan pada berbagai produk inovatif, mulai dari hasil riset Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), produk hilir PT Industri Nabati Lestari (INL), hingga komoditas teh dari Kebun Teh Butong yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ini merupakan inisiatif Kementan yang mendapatkan dukungan penuh dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, serta Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) beserta anak perusahaannya, yakni PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) dan PT Kawasan Industri Nusantara (KINRA).

Kolaborasi multisektoral ini mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah dan badan usaha milik negara dalam memperkuat diplomasi ekonomi regional, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

Kunjungan lapangan ini menjadi pelengkap krusial bagi pembahasan strategis yang telah berlangsung selama forum IMT-GT. Harapannya, kerja sama antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand dalam sektor pertanian dapat semakin erat, sehingga mampu menciptakan ekosistem industri kelapa sawit yang lebih produktif dan berdaya saing tinggi di pasar dunia.

Melalui dukungan berkelanjutan dari BPDP dan holding perkebunan nasional, Indonesia terus berupaya memperkuat ekosistem industri kelapa sawit. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian domestik, tetapi juga memastikan bahwa industri kelapa sawit Indonesia tetap menjadi pemain utama yang diakui secara global karena prinsip keberlanjutan yang diusungnya.