BEI Suspensi 72 Saham: Daftar Emiten yang Telat Laporan Kuartal I 2026

oleh -3 Dilihat
BEI Suspensi 72 Saham: Daftar Emiten yang Telat Laporan Kuartal I 2026

KabarDermayu.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menunjukkan ketegasannya dalam menjaga integritas pasar modal nasional. Sebanyak 72 perusahaan tercatat atau emiten resmi dijatuhi sanksi penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) mulai Kamis, 30 Juli 2026. Langkah ini diambil sebagai konsekuensi atas kegagalan para emiten tersebut dalam memenuhi kewajiban krusial, yakni penyampaian laporan keuangan interim periode 31 Maret 2026 serta pelunasan denda terkait keterlambatan pelaporan.

Keputusan suspensi ini bukan sekadar langkah administratif, melainkan wujud komitmen otoritas bursa dalam menegakkan transparansi informasi bagi para pemegang saham dan publik. Dalam mekanisme pasar modal, laporan keuangan merupakan instrumen vital bagi investor untuk melakukan analisis fundamental sebelum menentukan keputusan investasi. Ketiadaan laporan tersebut tentu menghambat arus informasi yang sehat di pasar.

Landasan Regulasi dan Proses Sanksi

Pemberlakuan suspensi ini merujuk pada Peraturan Bursa Nomor I-H tentang Sanksi. Sebelum mencapai tahap penghentian perdagangan, BEI sebenarnya telah menempuh jalur peringatan bertahap. Emiten yang melanggar sebelumnya telah menerima Peringatan Tertulis III yang dibarengi dengan kewajiban pembayaran denda sebesar Rp150 juta.

Sesuai dengan ketentuan II.6.4 dalam regulasi tersebut, suspensi menjadi langkah terakhir yang diambil Bursa apabila hingga hari kalender ke-91 setelah tenggat waktu pelaporan berakhir, perusahaan masih belum juga menyerahkan laporan keuangan interim atau belum melunasi kewajiban denda administratifnya. Dari total 72 emiten yang terdaftar, empat di antaranya merupakan entitas baru yang dikenai suspensi pada sesi I perdagangan 30 Juli 2026, sementara 68 sisanya merupakan kelanjutan dari status suspensi sebelumnya.

Daftar Emiten yang Terkena Suspensi

Berikut adalah daftar emiten yang saat ini status perdagangannya dibekukan oleh pihak Bursa:

  • ALTO – PT Tri Banyan Tirta Tbk
  • ARKA – PT Arkha Jayanti Persada Tbk
  • ARMY – PT Armidian Karyatama Tbk
  • ARTI – PT Ratu Prabu Energi Tbk
  • ASMI – PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk
  • BEBS – PT Berkah Beton Sadaya Tbk
  • BHAT – PT Bhakti Multi Artha Tbk
  • BIKA – PT Binakarya Jaya Abadi Tbk
  • BOSS – PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk
  • BTEL – PT Bakrie Telecom Tbk
  • CBMF – PT Cahaya Bintang Medan Tbk
  • COAL – PT Black Diamond Resources Tbk
  • COWL – PT Cowell Development Tbk
  • CPRI – PT Capri Nusa Satu Properti Tbk
  • CRAB – PT Toba Surimi Industries Tbk
  • DEAL – PT Dewata Freightinternational Tbk
  • DUCK – PT Jaya Bersama Indo Tbk
  • ENVY – PT Envy Technologies Indonesia Tbk
  • ETWA – PT Eterindo Wahanatama Tbk
  • GAMA – PT Aksara Global Development Tbk
  • GOLL – PT Golden Plantation Tbk
  • GTBO – PT Garda Tujuh Buana Tbk
  • HILL – PT Hillcon Tbk
  • HITS – PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk
  • HKMU – PT HK Metals Utama Tbk
  • HOME – PT Hotel Mandarine Regency Tbk
  • HOTL – PT Saraswati Griya Lestari Tbk
  • INAF – PT Indofarma Tbk
  • INCF – PT Indo Komoditi Korpora Tbk
  • INDX – PT Tanah Laut Tbk
  • IPPE – PT Indo Pureco Pratama Tbk
  • JMAS – PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk
  • JSKY – PT Sky Energy Indonesia Tbk
  • KAYU – PT Darmi Bersaudara Tbk
  • KBRI – PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk
  • LCGP – PT Eureka Prima Jakarta Tbk
  • LCKM – PT LCK Global Kedaton Tbk
  • LMAS – PT Limas Indonesia Makmur Tbk
  • MABA – PT Marga Abhinaya Abadi Tbk
  • MAGP – PT Miti Adiperkasa Plantation Tbk
  • MKNT – PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk
  • MREI – PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk
  • MTFN – PT Capitalinc Investment Tbk
  • MTRA – PT Mitra Pemuda Tbk
  • NUSA – PT Sinergi Megah Internusa Tbk
  • PLAS – PT Polaris Investama Tbk
  • PMMP – PT Panca Mitra Multiperdana Tbk
  • POOL – PT Pool Advista Indonesia Tbk
  • PTDU – PT Djasa Ubersakti Tbk
  • PURE – PT Trinitan Metals and Minerals Tbk
  • RAFI – PT Sari Kreasi Boga Tbk
  • RIMO – PT Rimo International Lestari Tbk
  • SBAT – PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk
  • SIMA – PT Siwani Makmur Tbk
  • SKYB – PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk
  • SMMA – PT Sinar Mas Multiartha Tbk
  • SMRU – PT SMR Utama Tbk
  • SRIL – PT Sri Rejeki Isman Tbk
  • SUGI – PT Sugi Energy Tbk
  • SWAT – PT Sriwahana Adityakarta Tbk
  • TAYS – PT Jaya Swarasa Agung Tbk
  • TDPM – PT Tianrong Chemicals Industry Tbk
  • TECH – PT Indosterling Technomedia Tbk
  • TELE – PT Omni Inovasi Indonesia Tbk
  • TGRA – PT Terregra Asia Energy Tbk
  • TOPS – PT Totalindo Eka Persada Tbk
  • TOYS – PT Sunindo Adipersada Tbk
  • TRAM – PT Trada Alam Minera Tbk
  • TRIL – PT Triwira Insanlestari Tbk
  • TRUE – PT Triniti Dinamik Tbk
  • UNIT – PT Nusantara Inti Corpora Tbk
  • ZBRA – PT Dosni Roha Indonesia Tbk

Menjaga Kepercayaan Publik

Transparansi bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan fondasi utama bagi ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan di Bursa Efek Indonesia.

Tindakan tegas BEI ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh emiten mengenai pentingnya tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Kepatuhan terhadap jadwal pelaporan keuangan merupakan bentuk tanggung jawab emiten kepada para pemegang saham. Dengan adanya sanksi ini, otoritas bursa berharap para emiten segera melakukan perbaikan internal agar perdagangan saham mereka dapat kembali aktif, sekaligus memulihkan kepercayaan investor terhadap integritas pasar modal Indonesia di masa depan.