KabarDermayu.com – Dunia konten kreator tanah air kembali diguncang oleh kabar kurang sedap yang melibatkan sosok Muhammad Jannah, atau yang lebih dikenal luas dengan nama panggung Bigmo. YouTuber yang kerap menuai kontroversi ini kini harus berurusan dengan pihak berwajib setelah dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan eksploitasi anak dalam sebuah konten promosi produk rokok elektrik atau vape.
Laporan ini menambah daftar panjang masalah hukum yang menjerat Bigmo. Sebelumnya, ia sempat menjadi pusat perhatian publik akibat perseteruannya dengan selebgram Azizah Salsha yang juga berujung pada laporan kepolisian. Kini, fokus pihak berwenang tertuju pada keterlibatan anak di bawah umur dalam aktivitas promosi komersial yang dilakukan oleh sang kreator.
Penyelidikan Dugaan Eksploitasi Anak
Kasus ini telah masuk ke tahap penyelidikan oleh Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA PPO) Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian saat ini tengah mendalami rangkaian peristiwa tersebut, termasuk upaya identifikasi terhadap anak-anak yang terlibat dalam video yang viral di media sosial.
“Direktorat PPA PPO Polda Metro Jaya telah menerima laporan pengaduan terkait dugaan eksploitasi anak secara ekonomi dalam tayangan siaran langsung di media sosial,” ujar Budi kepada awak media pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Kronologi kejadian bermula ketika Bigmo terlihat berada di sebuah gerai penjualan vape. Dalam potongan video yang beredar, sejumlah anak tampak menghampiri Bigmo untuk meminta foto bersama. Namun, situasi berubah ketika seorang pria yang berada di sekitar Bigmo diduga mengarahkan anak-anak tersebut untuk mempromosikan merek cairan vape tertentu sebagai syarat sebelum berfoto.
Dalam rekaman tersebut, terdengar instruksi untuk mempromosikan produk, yang kemudian direspons oleh Bigmo dengan kalimat, “Liquid nomor satu ya.” Tindakan ini memicu kecaman luas karena dianggap memanfaatkan kepolosan anak-anak untuk kepentingan promosi produk yang memiliki batasan usia penggunaan.
Jejak Perseteruan dengan Azizah Salsha
Sebelum kasus vape ini mencuat, nama Bigmo sudah lebih dulu terseret dalam masalah hukum terkait konten yang membahas rumah tangga Azizah Salsha dan suaminya, pesepak bola Pratama Arhan. Konten tersebut dinilai melampaui batas hingga memicu kemarahan pihak keluarga.
Politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade, selaku ayah dari Azizah Salsha, secara resmi melaporkan Bigmo dan kakaknya, Adimas Firdaus alias Resbob, ke Bareskrim Polri pada Jumat, 8 Agustus 2025. Andre menegaskan bahwa laporan tersebut merupakan langkah tegas untuk memberikan efek jera atas dugaan pencemaran nama baik yang terus berulang.
“Kan orang ada sabarnya. Kan kita semua manusia biasa. Difitnah berulang-ulang kali, awalnya kita sabar, tapi untuk pembelajaran, supaya di kemudian hari memang perlu ada yang tidak dimaafkan dan dimasukkan dalam penjara,” tegas Andre kala itu.
Permintaan Maaf Sang Ibu
Menanggapi rentetan masalah yang menimpa kedua putranya, ibu dari Bigmo dan Resbob, yang akrab disapa Putri, sempat muncul di hadapan publik melalui kanal YouTube Denny Sumargo. Sembilan bulan setelah laporan tersebut, ia menyampaikan permintaan maaf terbuka sambil menahan tangis.
Putri mengakui adanya kelalaian dalam mendidik kedua anaknya dan berharap pihak keluarga Andre Rosiade bersedia membuka pintu maaf. Ia menyatakan tanggung jawab penuh sebagai orang tua atas segala tindakan yang dilakukan oleh anak-anaknya. Meskipun permintaan maaf tersebut menuai empati dari sebagian warganet, tak sedikit pula yang tetap mengkritik perilaku Bigmo yang dinilai telah merugikan banyak pihak akibat konten-konten provokatifnya.
Profil Singkat Bigmo
- Nama Asli: Muhammad Jannah.
- Kanal YouTube: Nice Guy Mo (Niceguymo).
- Media Sosial: Aktif di TikTok dan Instagram dengan akun @bigmoskyy.
- Latar Belakang: Adik kandung dari kreator konten Adimas Firdaus (Resbob).
Bigmo dikenal sebagai kreator yang membangun popularitas melalui konten monolog, komentar sosial, serta pembahasan isu-isu viral dengan gaya yang cenderung blak-blakan. Meski memiliki basis pengikut yang cukup besar, gaya penyampaiannya yang kontroversial sering kali menempatkannya pada posisi yang sulit, hingga akhirnya harus berhadapan dengan konsekuensi hukum yang serius saat ini.





