Mayat dalam Karung di Depok: Kronologi Penemuan hingga Autopsi

oleh -5 Dilihat
Mayat dalam Karung di Depok: Kronologi Penemuan hingga Autopsi

KabarDermayu.com – Warga kawasan Tanah Merah, Kavling Rawageni, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, digemparkan oleh sebuah penemuan tragis pada Selasa, 4 Agustus 2026. Sebuah karung beras yang selama hampir dua pekan tergeletak di lahan kosong dan dianggap sebagai tumpukan sampah, ternyata menyimpan jasad manusia yang kondisinya sangat mengenaskan.

Keberadaan karung tersebut sebenarnya sudah disadari oleh warga setempat sejak 24 Juli 2026. Namun, karena posisi karung berada di area yang dipenuhi ilalang dan tidak tercium aroma pembusukan yang menyengat, warga tidak menaruh kecurigaan sedikit pun. Benda tersebut dibiarkan begitu saja dengan asumsi bahwa itu hanyalah tumpukan sampah biasa yang dibuang orang tak bertanggung jawab.

“Dikira sampah, makanya sama warga sini didiemin aja,” ujar Badlu (66), salah satu warga setempat yang memberikan kesaksian mengenai kondisi lokasi penemuan sebelum akhirnya terungkap.

Kronologi Penemuan yang Mengerikan

Misteri tersebut akhirnya terkuak secara tidak sengaja ketika seorang warga berinisiatif untuk membersihkan lokasi dengan cara membakar tumpukan yang dianggap sampah tersebut. Saat api mulai melahap karung, material plastik pembungkus perlahan meleleh dan menyingkap isi di dalamnya. Warga yang melihat potongan tubuh manusia di balik lelehan karung tersebut sontak panik dan segera melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

Satreskrim Polres Metro Depok yang menerima laporan sekitar pukul 16.00 WIB langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung melakukan rangkaian penyelidikan mendalam setelah menerima laporan tersebut.

“Untuk kondisi awal ditemukan, mayat tersebut atau korban tersebut dalam karung beras. Dari informasi warga sekitar ataupun saksi-saksi, pada saat ditemukan saksi awalnya berpikiran itu adalah sampah, kemudian dibakar. Pada saat proses pembakaran tersebut melihat potongan tubuh dari korban tersebut,” jelas AKBP Made Gede Oka Utama.

Kondisi Korban dan Penyelidikan Forensik

Berdasarkan pengamatan awal di lokasi, kondisi jasad sangat memprihatinkan. Korban ditemukan dalam keadaan tidak mengenakan pakaian dengan kedua tangan terikat kain putih. Selain itu, terdapat luka terbuka pada bagian leher, dan yang paling mengejutkan adalah hilangnya bagian kaki korban mulai dari pangkal paha.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa sebagian tubuh korban tidak ditemukan di lokasi kejadian. Hal ini memicu dugaan kuat bahwa korban merupakan korban mutilasi. Saat ini, jasad telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani proses autopsi oleh tim dokter forensik guna memastikan penyebab kematian serta mencari petunjuk identitas korban.

Identitas Korban Masih Misterius

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan resmi terkait identitas, usia, maupun jenis kelamin korban. Penyelidikan masih bersifat intensif, mencakup pemeriksaan intensif terhadap para saksi yang pertama kali menemukan jasad, serta penelusuran di sekitar area penemuan untuk mencari kemungkinan adanya bukti fisik lain yang tertinggal.

Polisi menegaskan bahwa segala informasi detail, termasuk jawaban mengenai luka di leher dan identitas korban, baru akan dipublikasikan secara resmi setelah hasil pemeriksaan forensik keluar. Sementara itu, tim penyidik terus bekerja keras untuk mengungkap motif dibalik peristiwa keji ini dan mencari keberadaan bagian tubuh korban yang masih hilang.

Kasus ini telah menyedot perhatian masyarakat luas. Warga diharapkan untuk tetap tenang dan memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk menuntaskan penyelidikan demi membawa pelaku ke meja hijau.