Semen Langka di Aceh: Dirut SIG Turun Tangan, Ini 3 Instruksi Penting

oleh -7 Dilihat
Semen Langka di Aceh: Dirut SIG Turun Tangan, Ini 3 Instruksi Penting

KabarDermayu.com – Stabilitas harga dan ketersediaan semen di wilayah Aceh belakangan ini menjadi sorotan serius setelah masyarakat mengeluhkan kelangkaan barang di pasaran. Kondisi tersebut memicu lonjakan harga yang cukup signifikan, di mana harga per sak semen yang biasanya berada di kisaran Rp70 ribu, kini melonjak hingga menyentuh angka Rp95 ribu hingga Rp105 ribu.

Menanggapi situasi tersebut, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Indrieffouny Indra, turun langsung ke lapangan untuk memastikan alur distribusi kembali normal. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan pasar yang tidak dibarengi dengan pasokan yang memadai, sehingga menciptakan ketidakseimbangan harga di tingkat toko.

Dalam kunjungannya ke Aceh, Indrieffouny Indra melakukan peninjauan operasional di PT Solusi Bangun Andalas, Lhoknga. Ia menekankan bahwa SIG memiliki komitmen penuh untuk menjaga keberlangsungan pasokan semen, tidak hanya untuk kebutuhan masyarakat umum tetapi juga untuk menopang proyek pembangunan infrastruktur di wilayah Sumatra.

“Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan setiap hambatan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat dan pembangunan tetap terpenuhi melalui pasokan semen yang memadai dan distribusi yang semakin lancar,” tegas Indrieffouny Indra saat meninjau fasilitas produksi dan logistik.

Untuk menuntaskan persoalan ini, SIG telah merumuskan tiga langkah strategis yang kini tengah diimplementasikan secara intensif:

  • Optimalisasi Produksi dan Logistik: Perusahaan mempercepat pengeluaran produk dari Pabrik Lhoknga dan Packing Plant Lhokseumawe, sembari menambah pasokan ke pasar melalui Packing Plant Malahayati.
  • Koordinasi Lintas Sektor: Memperkuat sinergi dengan distributor, mitra logistik, serta pemerintah daerah guna memastikan penyaluran semen hingga ke tingkat konsumen akhir berjalan tanpa kendala.
  • Pemantauan Real-Time: Melakukan pengawasan harian terhadap stok, distribusi, dan fluktuasi permintaan sebagai dasar pengambilan keputusan operasional yang cepat dan tepat.

Lebih lanjut, Indrieffouny menjelaskan bahwa tantangan geografis dan mobilitas permintaan yang tinggi di Aceh menuntut adanya koordinasi yang lebih erat. Oleh karena itu, SIG telah membentuk mekanisme koordinasi lintas fungsi yang memungkinkan setiap perkembangan di lapangan dapat segera direspons oleh manajemen.

Perusahaan juga mengimbau kepada seluruh mitra penyalur agar tetap menjalankan praktik distribusi yang sehat dan bertanggung jawab. Hal ini dianggap krusial agar produk dapat terdistribusi secara merata dan mencegah pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan sepihak yang merugikan masyarakat.

SIG optimistis bahwa melalui sinergi yang kuat antara perusahaan, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan, kondisi pasar semen di Aceh akan segera kembali stabil. Dengan terjaminnya pasokan, diharapkan aktivitas ekonomi, sektor perumahan, dan proyek pembangunan di daerah dapat terus berjalan lancar tanpa hambatan berarti.