Transaksi QRIS Tembus Rp600 Triliun: BI Catat 12,55 Miliar Transaksi

oleh -20 Dilihat
Transaksi QRIS Tembus Rp600 Triliun: BI Catat 12,55 Miliar Transaksi

KabarDermayu.com – Transformasi digital dalam sistem pembayaran di Indonesia menunjukkan akselerasi yang sangat signifikan sepanjang tahun 2026. Bank Indonesia mencatat penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah menjadi instrumen utama yang mendominasi Transaksi nontunai masyarakat di berbagai pelosok daerah.

Berdasarkan data terbaru dari Bank Indonesia, volume transaksi melalui QRIS sepanjang semester I-2026 berhasil menyentuh angka fantastis, yakni 12,55 miliar transaksi. Angka ini mencerminkan lonjakan luar biasa sebesar 100,12 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendartan, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat dalam menggunakan metode pemindaian kode ini berbanding lurus dengan nilai transaksinya. Hingga akhir Juni 2026, nilai transaksi yang tercatat dalam sistem QRIS mencapai Rp600,69 triliun, atau mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 89,52 persen.

Dalam acara Prima Executive Gathering 2026 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Filianingsih menegaskan bahwa QRIS bukan sekadar alat pembayaran biasa. Ia menyebut teknologi ini sebagai gerbang ekonomi digital yang mampu mengubah peta keuangan nasional secara menyeluruh.

“QRIS telah menjadi pengubah keadaan bagi ekonomi dan keuangan digital nasional. Kini, pembayaran digital sudah bertransformasi menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat Indonesia,” ujarnya dalam kesempatan tersebut.

Dari sisi jangkauan, ekosistem QRIS terus meluas dengan pesat. Saat ini, layanan pembayaran ini telah digunakan oleh sekitar 66 juta pengguna dan diterima di 44,86 juta gerai atau merchant di seluruh Tanah Air.

Bank Indonesia sendiri telah menetapkan target ambisius untuk akhir tahun 2026, yakni mencapai 70 juta pengguna dan 47 juta merchant. Melihat capaian pada tengah tahun ini, otoritas moneter optimistis target tersebut dapat terlampaui dengan laju pertumbuhan yang terus stabil.

Terkait volume transaksi, target yang dipatok untuk sepanjang tahun 2026 adalah 17 miliar transaksi. Dengan raihan 12,55 miliar transaksi di semester pertama, Bank Indonesia mencatat bahwa hampir tiga perempat dari target tahunan telah berhasil dipenuhi dalam kurun waktu enam bulan saja.

Keberhasilan QRIS dalam mendongkrak inklusi keuangan juga tidak lepas dari perannya dalam merangkul sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebelum kehadiran QRIS, banyak pedagang kecil kesulitan menerima pembayaran nontunai karena hambatan infrastruktur perbankan.

Kini, hanya dengan mencetak satu kode QR di atas kertas, pedagang kecil sudah bisa menerima pembayaran dari beragam bank dan aplikasi dompet digital. Hal ini secara langsung memperluas jangkauan layanan keuangan formal kepada masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh (unbanked).

Kekuatan utama QRIS terletak pada sistem yang terintegrasi dan memiliki interoperabilitas tinggi. Berikut adalah beberapa pilar pendukung ekosistem QRIS saat ini:

  • Sistem Terpusat: Memungkinkan satu kode dipindai oleh aplikasi pembayaran apa pun tanpa hambatan teknis.
  • Infrastruktur Luas: Melibatkan 96 bank dan 60 lembaga nonbank yang terhubung dalam satu jaringan.
  • Lembaga Switching: Didukung oleh empat lembaga yang berfungsi memproses data transaksi pembayaran secara aman dan efisien.

Sebelum adanya standarisasi melalui QRIS, setiap penyedia layanan pembayaran memiliki kode respons cepat masing-masing. Hal ini menyebabkan pedagang harus memasang banyak stiker pembayaran di meja kasir, yang justru menyulitkan proses transaksi.

Dengan adanya standarisasi ini, Bank Indonesia berhasil menciptakan efisiensi yang mendorong ekonomi digital nasional tumbuh lebih inklusif. Stabilitas dan kemudahan yang ditawarkan QRIS diprediksi akan terus menjadi pendorong utama ekonomi digital Indonesia di masa depan.