Kebakaran Meluas, Seluruh Akses Masuk Gunung Bromo Ditutup Total

oleh -6 Dilihat
Kebakaran Meluas, Seluruh Akses Masuk Gunung Bromo Ditutup Total

KabarDermayu.com – Upaya pemadaman Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus ditingkatkan intensitasnya. Demi kelancaran proses tersebut serta mengutamakan keselamatan pengunjung, otoritas pengelola memutuskan untuk menutup total akses wisata ke Gunung Bromo.

Keputusan strategis ini resmi diberlakukan mulai hari Sabtu (3/8/2026) pukul 22.00 WIB. Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyatakan bahwa kebijakan ini diambil setelah mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan, di mana titik api di area Kaldera Bromo terpantau kian meluas dan sulit dikendalikan.

“Dalam rangka efektivitas upaya pemadaman kebakaran, kunjungan ke Bromo dari semua pintu masuk ditutup untuk kunjungan wisata,” tegas Rudijanta dalam keterangan resminya yang diterima di Malang, Jawa Timur.

Penutupan ini mencakup seluruh akses masuk utama yang tersebar di empat wilayah administratif, yakni:

  • Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo
  • Wonokitri di Kabupaten Pasuruan
  • Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang
  • Senduro di Kabupaten Lumajang

Selain fokus pada efektivitas pemadaman, pihak pengelola juga menekankan bahwa keputusan ini bersifat mutlak untuk melindungi keselamatan wisatawan dari potensi bahaya yang ditimbulkan oleh kobaran api dan kepulan asap pekat. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai kapan kawasan wisata ikonik tersebut akan kembali dibuka untuk publik.

Bagi wisatawan yang sudah terlanjur melakukan pemesanan tiket melalui sistem booking online untuk jadwal kunjungan selama masa penutupan, pihak TNBTS memberikan jaminan kompensasi. Pengunjung diberikan dua opsi utama, yaitu melakukan penjadwalan ulang kunjungan atau mengajukan pengembalian dana (refund). Prosedur pengajuan tersebut dapat dilakukan dengan melengkapi formulir yang telah disediakan pada laman resmi sistem pemesanan tiket TNBTS.

Rudijanta juga memberikan imbauan keras kepada para pelaku jasa wisata yang beroperasi di sekitar kawasan TNBTS untuk menghentikan seluruh aktivitas operasional mereka untuk sementara waktu. Langkah ini diambil demi meminimalisir risiko bagi masyarakat dan mempermudah pergerakan tim gabungan yang sedang berjibaku memadamkan api.

Informasi mengenai eskalasi kebakaran ini juga diperkuat melalui rekaman visual yang diunggah oleh pihak Balai Besar TNBTS di kanal media sosial resmi mereka. Dalam video tersebut, terlihat kobaran api yang cukup besar merambat di area tebing, tepatnya di sekitar jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT). Tim di lapangan juga melaporkan bahwa sebaran api mulai merambah ke arah Gunung Kursi, yang masih berada di dalam lingkup kawasan konservasi tersebut.

Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sendiri merupakan salah satu destinasi prioritas nasional yang dikenal dengan keindahan kaldera serta pemandangan matahari terbitnya. Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak akan kerentanan ekosistem pegunungan terhadap ancaman kebakaran, terutama di musim kemarau saat vegetasi menjadi sangat kering dan mudah terbakar.

Masyarakat dan calon wisatawan diimbau untuk terus memantau informasi terkini melalui kanal komunikasi resmi Balai Besar TNBTS dan tidak mencoba menerobos masuk ke kawasan yang sedang dalam status penutupan demi keamanan bersama.