KabarDermayu.com – Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Langkah ini menandai babak baru dalam kepemimpinan otoritas moneter nasional, di mana Destry diproyeksikan untuk menggantikan Perry Warjiyo yang masa jabatannya akan berakhir.
Nama Destry Damayanti tentu bukan sosok asing dalam ekosistem keuangan Indonesia. Sebelum dicalonkan sebagai orang nomor satu di bank sentral, ia telah memegang peranan vital sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Pengalamannya yang luas di sektor ekonomi dan moneter menjadi fondasi kuat bagi Presiden untuk memberikan kepercayaan tersebut.
Jejak Karier yang Panjang
Kiprah profesional Destry Damayanti di dunia ekonomi bukanlah hal baru. Ia telah berkecimpung dalam berbagai posisi strategis selama lebih dari dua dekade. Berikut adalah ringkasan perjalanan karier Destry yang memperlihatkan kapasitasnya:
- Sektor Akademis dan Riset: Destry merupakan alumni Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia dan meraih gelar Master of Science di bidang Regional Science dari Cornell University, Amerika Serikat. Ia juga sempat mengabdi sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 2005-2006.
- Sektor Perbankan dan Korporasi: Karier ekonomnya mencakup posisi sebagai Kepala Ekonom di Mandiri Sekuritas (2005-2011) serta Kepala Ekonom di Bank Mandiri (2011-2015).
- Peran Strategis Pemerintahan: Ia pernah menjabat sebagai Ketua Satgas Ekonomi Kementerian BUMN (2014-2015) dan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 2015-2019.
Transisi Menuju Kursi Gubernur BI
Masuknya Destry ke dalam internal Bank Indonesia dimulai pada tahun 2019. Melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019, ia dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada 7 Agustus 2019. Kepercayaan tersebut diperpanjang untuk periode 2024-2029 melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2024.
Puncaknya, pada 25 Juli 2026, Destry ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI. Penunjukan ini menjadi sinyal kuat sebelum akhirnya Presiden Prabowo secara formal mengusulkan namanya ke DPR untuk menjadi Gubernur BI definitif.
Tantangan dan Harapan
Pengusulan Destry sebagai calon tunggal telah memicu diskusi di berbagai kalangan, termasuk dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Isu mengenai independensi bank sentral menjadi salah satu poin yang disoroti dalam proses transisi kepemimpinan ini. Mengingat peran vital BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi, publik menaruh harapan besar agar siapapun yang memimpin nanti tetap mampu menjaga netralitas kebijakan moneter di tengah dinamika ekonomi global yang menantang.
Dengan Profil yang sarat akan pengalaman di sektor publik maupun swasta, Destry Damayanti diharapkan mampu membawa Bank Indonesia menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan. Saat ini, proses pencalonan tersebut tengah menunggu tindak lanjut dari pihak legislatif untuk proses uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).
“Rekam jejak Destry yang merentang dari sektor perbankan komersial hingga kebijakan publik di tingkat kementerian dan lembaga penjamin simpanan, memberikan perspektif yang komprehensif bagi kepemimpinan masa depan Bank Indonesia.”
KabarDermayu.com akan terus memantau perkembangan proses penetapan Gubernur BI ini, mengingat peran strategisnya yang sangat krusial bagi stabilitas ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat luas di Indonesia.





