KabarDermayu.com – Pesawat yang membawa Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, terpaksa melakukan pendaratan darurat di Turki pada Minggu malam. Insiden ini terjadi akibat adanya masalah teknis pada pesawat tersebut, demikian dilaporkan oleh pemerintah Spanyol yang membenarkan informasi dari media.
Delegasi Spanyol dijadwalkan untuk bermalam di Ankara sebelum melanjutkan perjalanan mereka menuju Armenia keesokan paginya. Pernyataan dari pemerintah Spanyol yang dilansir oleh Anadolu pada Senin, 4 Mei 2026, mengonfirmasi hal tersebut.
Pesawat tersebut dilaporkan telah lepas landas kembali setelah masalah teknis berhasil diatasi. Pendaratan di Ankara dan penginapan semalam merupakan bagian dari prosedur keamanan standar yang harus diikuti dalam situasi seperti ini.
Menurut kantor berita resmi Spanyol, EFE, yang mengutip sumber pemerintah, pesawat jenis Airbus A310 yang digunakan untuk perjalanan resmi tersebut mengalami kerusakan saat sedang dalam penerbangan dari Madrid menuju Yerevan, ibu kota Armenia. Sanchez dijadwalkan menghadiri pertemuan Komunitas Politik Eropa yang dimulai pada hari Senin di Yerevan.
Otoritas penerbangan kemudian mengalihkan pesawat untuk mendarat di Ankara. Di sana, Pedro Sanchez bermalam di sebuah hotel sebelum melanjutkan perjalanannya ke tujuan semula.
Pihak pemerintah Spanyol tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai sifat pasti dari masalah teknis yang dialami oleh pesawat tersebut. Pertemuan para pemimpin Eropa di Yerevan, ibu kota Armenia, untuk agenda EPC tetap berjalan sesuai jadwal.
Insiden ini bukanlah kali pertama yang dialami oleh Perdana Menteri Spanyol terkait gangguan perjalanan. Pada bulan September tahun sebelumnya, Pedro Sanchez terpaksa melewatkan sebuah pertemuan penting mengenai Ukraina di Paris. Hal ini dikarenakan pesawat Falcon yang ditumpanginya mengalami masalah teknis dan harus kembali ke Madrid di tengah penerbangan.
Baca juga: Jadwal Semifinal Liga Champions 2026: Pertarungan Penentu Menuju Final
Dalam kesempatan tersebut, Sanchez akhirnya berpartisipasi dalam pembicaraan secara virtual untuk tetap mengikuti agenda pertemuan tersebut. Gangguan teknis pada pesawat yang membawa pejabat tinggi negara memang selalu menjadi perhatian serius terkait keamanan dan kelancaran agenda.





