Perjalanan KRL Terganggu Akibat Sambaran Petir di Jalur Green Line

oleh -9 Dilihat
Perjalanan KRL Terganggu Akibat Sambaran Petir di Jalur Green Line

KabarDermayu.com – Gangguan operasional pada layanan Commuter Line kembali terjadi dan memicu keluhan dari para pengguna transportasi publik di wilayah Jabodetabek. Insiden yang disebabkan oleh faktor cuaca ini berdampak langsung pada perjalanan kereta rel listrik (KRL), khususnya di jalur yang cukup padat.

Situasi tersebut pun ramai dibahas di media sosial, dengan banyak penumpang menyuarakan keresahan mereka akibat keterlambatan dan ketidakpastian informasi di lapangan.

Berdasarkan informasi dari akun resmi X CommuterLine, gangguan terjadi akibat masalah pada Listrik Aliran Atas (LAA) di lintas antara Stasiun Jurangmangu dan Pondok Ranji. Gangguan ini diketahui disebabkan oleh sambaran petir yang berdampak pada operasional perjalanan kereta.

“Terdapat gangguan operasional pada Listrik Aliran Atas diantara Stasiun Jurangmangu-Pondok Ranji dan masih dalam proses penanganan petugas,” demikian dikutip dari akun X resmi KRL, Senin, 4 Mei 2026.

Selanjutnya, dijelaskan pula penyebab utama gangguan tersebut. “Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas gangguan operasional pada Listrik Aliran Atas diantara Stasiun Jurangmangu-Pondok Ranji sehubungan imbas tersambar petir dan saat ini dalam proses penanganan.”

Akibat gangguan tersebut, perjalanan KRL di lokasi terdampak tidak dapat langsung melintas dan harus menunggu kondisi dinyatakan aman. Hal ini berdampak pada penyesuaian pola operasi perjalanan kereta di jalur tersebut.

“Gangguan operasional pada Listrik Aliran Atas diantara Stasiun Jurangmangu-Pondok Ranji sehubungan imbas tersambar petir saat ini masih dalam proses penanganan.”

Sebagai dampaknya, sejumlah perjalanan KRL mengalami perubahan rute. Kereta dari arah Rangkasbitung dan Parung Panjang hanya dapat beroperasi hingga Stasiun Serpong.

Sementara itu, perjalanan dari Tanah Abang hanya sampai di Stasiun Kebayoran. Bahkan, beberapa perjalanan harus diputar balik lebih awal sebagai bagian dari rekayasa operasional.

Situasi ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan bagi para penumpang yang tengah melakukan perjalanan. Sejumlah pengguna media sosial mengungkapkan keluhan mereka secara langsung.

“Udah hampir sejam min kejebak di kereta, masa infonya daritadi cuma lagi dalam penanganan aja? gaada penanganan lain buat penumpang yang kejebak di tengah perjalanan nya kahh??” komentar salah satu netizen.

Keluhan lain juga menyoroti kondisi penumpang di dalam kereta yang semakin tidak kondusif. “Banyak ibu hamil loh, gimana mau keluar atau pindah kereta kalau gini,” tulis yang lain.

Tak sedikit pula pengguna yang meluapkan kekesalannya terhadap gangguan yang kerap terjadi di jalur tersebut. “Serius ini green line jalur apaan dahh ada-ada aje ye panyakitnye,” komentar netizen.

Baca juga: Pemerintah Ungkap Alasan Penerima Beasiswa LPDP Dapat Pelatihan dari TNI

Pihak CommuterLine sendiri telah mengimbau para pengguna untuk tetap mengikuti arahan petugas di lapangan serta menyesuaikan rencana perjalanan mereka. Permohonan maaf juga disampaikan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan ini.