BI Pangkas Batas Pembelian Dolar AS Jadi Maksimal US$25 Ribu Seiring Rupiah Menembus Rp 17.400

oleh -6 Dilihat
BI Pangkas Batas Pembelian Dolar AS Jadi Maksimal US$25 Ribu Seiring Rupiah Menembus Rp 17.400

KabarDermayu.com – Nilai tukar rupiah dilaporkan sempat menyentuh angka Rp17.400 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini. Menanggapi situasi tersebut, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah tegas dengan memperketat kembali batasan pembelian dolar di dalam negeri.

Selain itu, BI juga akan mempercepat upaya diversifikasi mata uang. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa kebijakan pembatasan transaksi valuta asing (valas) kini akan diperketat secara bertahap. Sebelumnya, batas pembelian dolar AS adalah sebesar US$100 ribu per orang per bulan.

Batas tersebut kemudian diturunkan menjadi US$50 ribu. Kini, BI berencana untuk kembali memangkasnya menjadi maksimal US$25 ribu per orang per bulan.

“Pembatasan pembelian dolar yang sudah kami turunkan dari US$100 ribu menjadi US$50 ribu, kami persiapkan kami akan turunkan lagi menjadi US$25 ribu sehingga pembelian dolar sampai dengan atau di atas US$25 ribu itu harus pakai underlying,” ujar Perry usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa, 5 Mei 2026.

Perry menambahkan bahwa kebijakan ini akan diperkuat di dalam negeri. Tujuannya adalah untuk mengendalikan permintaan dolar AS yang beredar di pasar domestik.

Di samping memperketat pembelian dolar, BI juga secara aktif mendorong penggunaan mata uang alternatif. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan dan dominasi dolar AS dalam transaksi ekonomi.

Salah satu inisiatif yang mulai menunjukkan perkembangan positif adalah transaksi langsung antara Yuan Tiongkok dengan Rupiah di pasar domestik. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran menuju diversifikasi mata uang.

“Termasuk di dalam negeri itu adalah pasar Yuan, Chinese Yuan dengan Rupiah sudah berkembang di dalam negeri karena local currency kita dengan Cina sama Yuan Cina sama rupiah itu sangat tinggi dan sekarang sudah mulai terbentuk pasar domestik Yuan sama Rupiah termasuk ini local currency,” jelas Perry.

Dengan terbentuknya pasar domestik Yuan-Rupiah, hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Diversifikasi mata uang ini juga berkontribusi dalam memperkuat stabilitas ekonomi.

Kebijakan yang diambil oleh BI ini merupakan perubahan strategi yang signifikan. Fokusnya tidak lagi hanya mengandalkan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas rupiah.

Baca juga: Pembelajaran Hibrida: Tren Terkini dalam Pengembangan Eksekutif

BI kini juga berupaya mengendalikan permintaan dolar dari dalam negeri. Selain itu, BI juga terus memperluas penggunaan mata uang alternatif dalam berbagai transaksi ekonomi.