IHSG Menguat Tajam 85 Poin Berkat Saham Bank dan Konglomerat

oleh -6 Dilihat
IHSG Menguat Tajam 85 Poin Berkat Saham Bank dan Konglomerat

KabarDermayu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat signifikan pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026. Indeks tercatat melonjak 1,22 persen atau setara 85,15 poin, mengakhiri sesi di level 7.057,11.

Pergerakan IHSG sepanjang hari menunjukkan volatilitas. Sempat tertekan hingga menyentuh level terendah intraday di 6.924, indeks kemudian berbalik menguat (rebound) dan terus merangkak naik. Puncak penguatan intraday dicapai pada level 7.065.

Nilai transaksi perdagangan pada hari itu tercatat mencapai Rp 15,82 triliun. Volume transaksi harian mencapai 388,26 juta saham, yang melibatkan 2,46 juta kali transaksi oleh para investor.

Baca juga: Ahmad Dhani Ingin Gelar Acara Pernikahan Dul Terpisah dari Maia Estianty

Menurut Analis Phintraco Sekuritas, pelemahan di awal sesi perdagangan dipicu oleh sentimen negatif dari bursa global dan kenaikan harga minyak mentah. Namun, IHSG berhasil berbalik arah dan menguat, didorong oleh kinerja positif saham-saham dari sektor konglomerasi dan perbankan.

Faktor pendukung penguatan lainnya adalah data pertumbuhan ekonomi domestik yang dirilis pada kuartal I-2026. Pertumbuhan sebesar 5,61 persen secara year on year (yoy) menjadi sinyal positif bagi pasar.

Secara teknikal, Stochastic RSI menunjukkan adanya indikasi pembalikan arah dari area oversold. Hal ini diperkuat oleh histogram MACD yang mulai menyempit, memberikan sinyal positif bagi pergerakan indeks selanjutnya.

Sektor bahan baku menjadi primadona dengan kenaikan mencapai 2,86 persen. Sektor infrastruktur juga menunjukkan performa kuat, naik sebesar 2,58 persen. Sektor keuangan menyusul dengan penguatan 2,30 persen, diikuti sektor energi yang naik 1,40 persen.

Sektor transportasi mencatat kenaikan 1,08 persen, sementara sektor konsumer non-siklikal melambung 0,49 persen. Sektor siklikal juga ikut menguat tipis sebesar 0,16 persen.

Di sisi lain, beberapa sektor mengalami koreksi. Sektor kesehatan menjadi yang paling tertekan, anjlok 1,52 persen. Sektor teknologi juga terkoreksi 0,71 persen, disusul sektor industri yang turun 0,62 persen.

Sektor properti juga turut merasakan tekanan, ditutup melemah tipis 0,14 persen.