7 Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar: WHO Ungkap Kronologi Penularan

oleh -6 Dilihat
7 Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar: WHO Ungkap Kronologi Penularan

KabarDermayu.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengonfirmasi adanya tujuh kasus dugaan Hantavirus di kapal pesiar mewah MV Hondius. Dari jumlah tersebut, dua kasus telah dipastikan positif, sementara lima lainnya masih dalam status dugaan atau suspect.

Laporan terbaru WHO pada Senin malam waktu setempat menyebutkan bahwa dari tujuh kasus yang dilaporkan, tiga orang meninggal dunia. Satu pasien dilaporkan dalam kondisi kritis, dan tiga lainnya mengalami gejala ringan.

Tiga korban yang meninggal dunia adalah sepasang lansia asal Belanda dan seorang warga negara Jerman. Sementara itu, seorang warga negara Inggris telah dievakuasi dari kapal di dekat Ascension Island dan kini menjalani perawatan medis di Afrika Selatan.

Hingga saat ini, sekitar 150 orang masih berada di kapal pesiar mewah tersebut yang tertahan di Samudra Atlantik, dekat Kepulauan Tanjung Verde (Cape Verde). Kapal MV Hondius ini dilaporkan telah mengunjungi beberapa lokasi terpencil di dunia, termasuk Tristan da Cunha di Atlantik Selatan.

Operator kapal, Oceanwide Expeditions, menyatakan bahwa suasana di atas kapal masih relatif tenang dan para penumpang tetap terkendali. Perusahaan sedang berupaya melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap seluruh penumpang dan merencanakan penurunan mereka dari kapal.

Baca juga: Kelme Akui Kesalahan dan Janji Tingkatkan Kualitas Jersey Timnas

Opsi pelayaran menuju Las Palmas atau Tenerife di Spanyol sedang dipertimbangkan sebagai tujuan penurunan penumpang. WHO kembali menegaskan bahwa risiko penyebaran virus ini ke masyarakat luas tergolong rendah.

Penyebaran Hantavirus umumnya terjadi melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi. Penularan antar manusia jarang terjadi, namun tetap memerlukan kewaspadaan.

Sebagai langkah pencegahan dan penanganan situasi, otoritas Cape Verde telah meminta kapal MV Hondius untuk tetap berada di laut dan belum diizinkan bersandar di pelabuhan mereka.

Kronologi Kasus di Kapal MV Hondius

Kasus pertama yang dilaporkan terjadi pada seorang pria asal Belanda. Ia meninggal dunia pada 11 April saat kapal sedang dalam perjalanan menuju Tristan da Cunha. Jenazahnya tetap berada di kapal hingga 24 April.

Kemudian, jenazah pria tersebut diturunkan di Saint Helena bersama dengan istrinya, yang juga ikut dalam proses pemulangan.

Tiga hari setelahnya, sang istri juga dilaporkan jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Pada waktu yang hampir bersamaan, seorang penumpang asal Inggris mengalami kondisi serius dan memerlukan evakuasi medis.

Pasien asal Inggris tersebut kemudian dievakuasi ke Afrika Selatan. Pihak berwenang di Afrika Selatan telah mengonfirmasi bahwa pasien tersebut positif terinfeksi Hantavirus dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Johannesburg.

Pemerintah Belanda juga telah mengonfirmasi infeksi virus yang sama pada perempuan Belanda yang meninggal dunia di atas kapal.

Rute Perjalanan Kapal MV Hondius

Berdasarkan data dari penyedia analitik maritim, kapal MV Hondius memulai perjalanannya dari Ushuaia, Argentina bagian selatan, pada bulan Maret. Rute ini dipasarkan sebagai ekspedisi alam ke Antartika.

Harga tiket untuk perjalanan mewah ini dilaporkan berkisar antara 14.000 hingga 22.000 euro, yang setara dengan sekitar 16.000 hingga 25.000 dolar Amerika Serikat.